Kisruh Dana Rekanan, DPRD Lampung Utara Fasilitasi Pertemuan Kontraktor dan Pemda 1
Erfan Zen selaku Ketua K2LUB dan rekan-rekan saat memberikan keterangan pers di rumah dinas Ketua DPRD Lampung Utara, Selasa (14/11/2017). Foto: Sarnubi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Ketua DPRD Lampung Utara memfasilitasi pertemuan antara perwakilan kontraktor dengan TPAD (Tim Pengguna Anggaran Daerah) dalam menyikapi keterlambatan pembayaran uang muka dan dana PHO tahun 2017.

Pertemuan bersama TPAD Lampung Utara yang dipimpin Sekretaris Daerah Samsir, didampingi Kepala BPKA Budi Utomo, bersama Sekretarisnya Desyadi, dan Kabag Hukum Hendri, dengan perwakilan kontraktor yang dikomandoi oleh Erfan Zen, dan beberapa rekanan lainnya itu berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRD Lampung Utara, Rachmat Hartono, Selasa (14/11/2017).

Kepada awak media, Sekda Samsir mengatakan Pemda berkomitmen menyelesaikan semua permsalahan tersebut. Hanya saja, saat ini, Pemda masih menunggu aliran dana dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat.

“Pemda akan melunasi, tapi dengan dana yang ada saat ini. Andai kata dana yang kita harapkap tidak hadir, ya terpaksa sesuai dengan Peraturan Kemendagri Nomor 32, hutang Pemda di 2017 bisa dibayarkan pada 2018,” kata Samsir.

Sementara itu, Erfan Zen selaku Ketua K2LUB menyatakan secara pribadi dirinya tidak menerima jika hanya sebagian dana para kontraktor yang dibayarkan oleh Pemkab. Tetapi, hasil pertemuan itu akan dikembalikan lagi kepada anggota untuk mengambil keputusan akhirnya.

“Hasil pertemuan itu, Pemda saat ini baru ada dana Rp50 miliar untuk membayar dana PHO, dan sisanya akan dibayarkan pada tahun 2018. Untuk itu, hasil pertemuan ini akan kita sampaikan kepada kawan-kawan yang tergabung di K2LUB, mau diterima atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga: Hak Interpelasi DPRD Lampung Utara Buntu, K2LUB Ancam Duduki Gedung Dewan

Ketua DPRD Lampung Utara, Rachmat Hartono, menjelaskan legislatif hanya memfasilitasi pertemuan antara kontraktor dengan eksekutif (TPAD). “Hasil pertemuan itu, Pemda mengatakan baru ada dana Rp50 miliar, dan itu sudah dijelaskan kepada para rekanan,” kata Rachmat Hartono. (Sarnubi)