Dalami Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah di Pesibar, Polda Lampung : Terlapor Bukan Bupati, Tapi Pemkab 1
Ilustrasi.

Kupastuntas.co, Tulang Bawang – Terkait carut-marutnya sengketa lahan PT Sugar Group Company (SGC) dengan rakyat setempat, Ruhyat Kusuma Yudha selaku tokoh masyarakat menuturkan, PT SGC ibarat kerajaan besar di Provinsi Lampung dalam melancarkan bisnis neokolonialis, tinggal bagaimana para tokoh-tokoh adat serta masyarakat, terutama pemudanya yang masih memiliki harga diri dan rasa cinta tanah air, untuk melawan kerajaan tersebut.

“Kalau para politisi yang sehari-hari duduk di kursi empuk sekarang sudah diragukan, terutama dalam hal menghadapi tahun politik seperti Pilgub, Pilbup, Pileg dan Pilpres,” ungkap manta Pj Bupati Lampung Utara tersebut, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Sengketa Lahan SGC, Pansus DPRD Tulang Bawang: Panggil Bupati Hanan!

Hal itu sangat tidak sebanding dengan kerugian dan penderitaan masyarakat, umumnya mayarakat di 3 kecamatan, dan khususnya pemilik tanah yg dikuasai oleh PT SGC selama lebih dari 20 tahun. Penyakit sesak nafas karena abu akibat pembakaran sewaktu panen, serta lebak lebung perusahaan dimana masyarakat dilarang memanfaatkannya.

“Tidak ada yang masyarakat rasakan, dampak baik dari hadirnya beberapa perusahaan besar yang ada di Tulang Bawang. Baik di bidang pembangunan maupun hal lainnya.  Padahal, itu sudah semestinya mereka lakukan. Hal itu tidak sebanding dengan kerugian masyarakat, dan kerugian negara terbilang cukup besar. Apabila dana tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, saya yakin Kabupaten Tulang Bawang ini akan menjadi kabupaten yang maju dalam segi pembangunan di segala bidang,” ungkapnya.

Padahal, awal berdirinya perusahaan tersebut, tidak lain adalah untuk mendongkrak perekonomian serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Pihak perusahaan tidak memenuhi kewajiban mereka terhadap masyarakat selama ini. “Kami minta kepada semua pihak agar dapat benar-benar memperjuangkan apa yang semestinya mereka perjuangkan. Sebab, ini merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Edwin)