Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat Imbau Petani Tingkatkan Perawatan Batang Kopi 1
Kepala Dinas Perkebunan Tri Umaryani bersama Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, saat melakukan panen kopi di kebun percontohan. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten dengan penghasilan kopi terbesar di Provinsi Lampung, sehingga tidak heran jika berbicara kopi maka akan teringat Lampung Barat dengan beragam cita rasa kopi yang dimilikinya.

Pemerintah daerah setempat melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat, terus berupaya meningkatkan penghasilan mayoritas penduduknya itu. Hal tersebut terlihat dari berbagai program yang diluncurkan Dinas dan berbagai terobosan-terobosan guna meningkatkan penghasilan di tengah-tengah masyarakat, karena sebagian besar penduduk Lampung Barat mempunyai lahan perkebunan yang merupakan sumber penghasilan terutama bagi masyarakat kecil menengah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat, Tri Umaryani meyampaikan melalui telepon selulernya, agar masyarakat selalu berbenah dan terus belajar dalam melakukan perawatan terhadap batang kopi, sehingga masyarakat mampu menghasilkan kopi sesuai dengan harapan bersama dan mampu meningkatkan kesejahteraan khususnya bagi petani kopi.

“Meski tahun ini hasil panen petani kopi menurun dari tahun sebelumnya, saya minta masyarakat tidak berkecil hati, karena jika melihat dari apa yang ada di lapangan saat ini, hasil kopi tahun depan diprediksi bakal meningkat dari panen tahun ini dan semoga ini bukan hanya sekedar prediksi melainkan jadi kenyataan nantinya,” ungkap Tri.

Selain itu, satu-satunya kepala dinas perempuan di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Lampung Barat tersebut juga mengimbau petani kopi untuk selalu melakukan pemupukan sesuai dengan anjuran yang sudah ditentukan dan tentunya juga tidak lupa melakukan perantingan atau pemangkasan pada batang kopi dan ranting sehingga bisa memulihkan batang kopi dan penyegaran terhadap batang kopi kembali.

“Pemupukan idealnya dilakukan empat kali dalam setiap tahunnya, sehingga batang kopi bisa lebih segar juga untuk menambah bobot kopi tersebut. Dengan begitu mudah-mudahan hasil kopi dapat maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Tri, bagi masyarakat yang ingin lebih memahami tata cara perawatan batang kopi bisa mendatangi sejumlah kebun kopi percontohan yang ada di beberapa kecamatan. “Semoga dengan melihat kebun percontohan yang dikelola oleh kelompok tani yang sudah pernah dibawa ke Vietnam tersebut masyarakat bisa memperbaiki apa yang selama ini menjadi kendala,” tutup Tri. (Iwan)

Iklan UBL