• Rabu, 01 Juli 2026

Rektor Baru Itera Targetkan Gebrakan 100 Hari Kerja, Fokus Infrastruktur hingga Riset Berdampak

Rabu, 01 Juli 2026 - 14.40 WIB
15

Prof. Elfahmi saat acara pisah sambut rektor dari Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha di Kampus Itera, Rabu (1/7/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., langsung mematok sejumlah program prioritas dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya.

Percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas akademik, hingga penguatan riset yang berdampak bagi masyarakat menjadi fokus utama.

Komitmen tersebut disampaikan Prof. Elfahmi saat acara pisah sambut rektor dari Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha di Kampus Itera, Rabu (1/7/2026).

"Kita manfaatkan teknologi untuk membawa Itera semakin maju. Dari Sumatera untuk Indonesia, go international. Kolaborasi akan terus kita jaga. Jika ada hal-hal yang belum baik, sampaikan kepada kami agar segera diperbaiki," kata Elfahmi.

Ia menjelaskan, pada 100 hari pertama kepemimpinannya, Itera akan mempercepat pembangunan infrastruktur kampus, meningkatkan kualitas akademik, mendorong lebih banyak dosen menempuh pendidikan doktor, serta memperkuat riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, pembenahan kurikulum juga menjadi perhatian agar lulusan Itera memiliki daya saing tinggi dan siap memasuki dunia kerja.

"Kita jadikan Itera sebagai rumah bersama, dengan mahasiswa yang penuh prestasi dan siap menjadi tenaga kerja yang unggul," ujarnya.

Dalam sambutannya, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha mengajak seluruh sivitas akademika untuk memberikan dukungan penuh kepada rektor baru agar mampu melanjutkan pembangunan Itera.

"Estafet kepemimpinan ini mari kita dukung bersama. Semoga Pak Elfahmi dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita besar membangun peradaban melalui Itera," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama empat tahun masa kepemimpinannya masih terdapat target yang belum tercapai.

"Saya mohon maaf apabila masih ada target yang belum terpenuhi. Semoga di bawah kepemimpinan rektor yang baru, cita-cita tersebut dapat diwujudkan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, mewakili Gubernur Lampung, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus harus mampu melahirkan teknologi, usaha baru, maupun kebijakan yang menjawab tantangan pembangunan daerah.

Ia menyebut perekonomian Lampung pada 2025 tumbuh sekitar 5,8 persen dengan nilai mencapai Rp523 triliun. Sektor pertanian dan perikanan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 26,9 persen terhadap perekonomian daerah.

Mulyadi juga menyoroti besarnya potensi komoditas kopi Lampung yang memiliki sekitar 152 ribu hektare lahan dengan produksi lebih dari 120 ribu ton per tahun. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi teknologi dan hilirisasi.

"Di sinilah peran perguruan tinggi seperti Itera sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi melalui riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian harus dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya, tidak berhenti di laboratorium," pungkasnya. (*)