• Selasa, 30 Juni 2026

Parosil Dorong ASN Pemkab Lampung Barat Jadi Investor Pasar Modal

Selasa, 30 Juni 2026 - 11.45 WIB
21

Sosialisasi literasi dan inklusi keuangan di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (30/6/2026). Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mulai mendorong peningkatan pemahaman keuangan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) melalui sosialisasi literasi dan inklusi keuangan bertema menabung saham.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membangun budaya investasi yang sehat sekaligus membekali ASN agar mampu mengenali instrumen investasi yang legal, aman dan terhindar dari praktik investasi bodong.

Kegiatan yang digelar di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (30/6/2026), dibuka langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Novandi Syafriansyah; Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung, Dendy Faizal Amin; serta Representative Office Indo Premier Lampung, Fahmi Rosyadi, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Parosil Mabsus menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan di tengah perkembangan ekonomi dan semakin beragamnya pilihan instrumen investasi.

Menurutnya, setiap individu, termasuk ASN, perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar mampu mengelola keuangan secara bijaksana.

Ia mengatakan investasi merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang. Karena itu, masyarakat tidak hanya mengenal konsep menabung dalam bentuk simpanan konvensional, tetapi juga mulai memahami instrumen investasi yang tersedia secara resmi melalui pasar modal.

Menurut Parosil, program Yuk Nabung Saham memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi investor dengan cara yang mudah dan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan masing-masing.

Dengan demikian, investasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu.

Bupati menilai anggapan bahwa investasi saham hanya diperuntukkan bagi masyarakat perkotaan sudah saatnya diubah.

Warga di daerah, termasuk masyarakat Lampung Barat, memiliki kesempatan yang sama untuk berinvestasi selama dilakukan melalui lembaga resmi dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Ia meyakini kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan secara disiplin untuk berinvestasi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam jangka panjang, investasi yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan finansial sekaligus menjadi bekal bagi generasi mendatang.

Parosil juga mengingatkan pentingnya memahami prinsip dasar dalam berinvestasi, yakni memilih instrumen yang legal dan logis.

Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal.

"Legal dan logis harus menjadi pegangan utama. Jangan mudah percaya pada investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa dasar yang jelas," tegas Parosil di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Kehadiran OJK dan Bursa Efek Indonesia dinilai penting untuk memberikan edukasi sekaligus perlindungan kepada masyarakat dalam memilih instrumen investasi yang aman.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak ASN yang memahami mekanisme investasi saham secara benar.

Edukasi dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang memiliki minat berinvestasi, tetapi belum mengetahui prosedur maupun tata cara memulai investasi melalui pasar modal.

Parosil berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari para narasumber.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi ASN secara pribadi, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga tingkat literasi keuangan masyarakat semakin meningkat.

Meski demikian, Parosil mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas di bidang keuangan tidak boleh mengurangi komitmen ASN dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, profesionalisme dan kualitas pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga.

"Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar memperoleh pemahaman yang baik tentang investasi. Namun, sebagai ASN, yang paling utama adalah tetap mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas Parosil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua DPRD Edi Novial, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, unsur Polres, Kejaksaan, Kodim, perbankan, serta ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. (*)