Harga Telur Terpuruk, Peternak Ayam Petelur di Lampung Timur Terancam Rugi Besar
Harga Telur Terpuruk, Peternak Ayam Petelur di Lampung Timur Terancam Rugi Besar. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Peternak ayam petelur di Kabupaten Lampung Timur menghadapi tekanan berat setelah harga telur di tingkat kandang terus mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir.
Di tengah anjloknya harga jual, biaya produksi justru meningkat akibat kenaikan harga pakan, sehingga margin keuntungan peternak semakin tergerus.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh lemahnya permintaan pasar. Meski harga telur telah turun, penyerapan dari pedagang maupun konsumen belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Situasi ini membuat banyak peternak mulai khawatir tidak mampu mempertahankan usahanya.
Salah seorang peternak ayam petelur di Lampung Timur, Masrokan, mengatakan harga telur saat ini hanya berada di kisaran Rp23.000 per kilogram di tingkat kandang. Nilai tersebut turun sekitar Rp4.000 per kilogram dibandingkan Maret 2026 yang masih mencapai sekitar Rp27.000 per kilogram.
"Sejak Maret sampai sekarang, harga telur di kandang turun sekitar Rp4.000 per kilogram. Sekarang hanya sekitar Rp23.000," kata Masrokan, dilansir Kompascom, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, penurunan harga telur terjadi ketika biaya produksi justru terus meningkat. Salah satu beban terbesar berasal dari harga pakan ayam yang naik sekitar Rp35.000 per karung berukuran 50 kilogram sejak Maret lalu. Kondisi itu membuat biaya operasional peternakan semakin tinggi.
Masrokan mengungkapkan, kombinasi antara harga jual yang rendah dan biaya produksi yang meningkat membuat keuntungan peternak nyaris habis. Bahkan, tidak sedikit peternak yang mulai mengkhawatirkan kelangsungan usahanya apabila kondisi tersebut terus berlanjut dalam waktu lama.
"Yang memberatkan kami bukan hanya harga telur yang turun, tetapi harga pakan juga naik sampai Rp35.000 per karung. Dengan kondisi seperti sekarang, kami sudah sangat merugi. Kalau terus begini, banyak peternak yang terancam gulung tikar," ujarnya.
Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga telur melalui intervensi pasar maupun kebijakan yang dapat menjaga keseimbangan antara harga jual dan biaya produksi.
Mereka menilai upaya tersebut penting agar usaha peternakan ayam petelur tetap bertahan dan mampu memenuhi kebutuhan telur masyarakat tanpa dibayangi ancaman kerugian berkepanjangan. (*)
Berita Lainnya
-
Kecewa Jokowi Batal Hadiri Festival Budaya, Ribuan Warga Lamtim Tolak Pembagian Sembako
Senin, 29 Juni 2026 -
Gajah Jantan Ditemukan Mati di TNWK, Polisi Selidiki Penyebabnya
Senin, 22 Juni 2026 -
Satu Korban KM Arof Tenggelam di Lampung Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 -
Belum Sehari Dilaporkan, Polisi Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Lampung Timur
Sabtu, 13 Juni 2026








