• Sabtu, 27 Juni 2026

Terima Gelar Adat, Jokowi Ajak Masyarakat Terus Jaga-Lestarikan Budaya Lampung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09.44 WIB
67

Jokowi saat menjalankan ritual menginjak kepala kerbau, salah satu rangkaian pemberian gelar adat di Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Foto: Ria/Kupas Tuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Lampung agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikannya usai menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung di Istana Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Jokowi mengaku merasa bahagia sekaligus terhormat atas penyambutan hangat dan penghargaan adat yang diberikan kepadanya.

"Saya bahagia sekali pada pagi hari ini saat diterima di Istana Kedatun Keagungan dalam keadaan sehat walafiat. Saya sangat menghargai, sangat-sangat menghormati kebudayaan yang terus dirawat dan terus dipelihara oleh kita semuanya," ujar Jokowi.

Ia menilai adat dan budaya merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Semoga ini akan terus diteruskan oleh anak cucu kita sehingga kebudayaan Nusantara, kebudayaan di Lampung, tidak hilang ditelan oleh zaman yang semakin modern ini," katanya.

Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat dan masyarakat Lampung atas penghormatan yang diberikan kepadanya.

"Saya kembali menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penerimaan pada pagi hari ini," tutupnya.

Penganugerahan gelar Baginda Pemuka Bangsa merupakan bentuk penghormatan dari lima kerajaan adat Lampung atas pengabdian Jokowi kepada bangsa dan negara. Gelar tersebut juga menjadi simbol diterimanya mantan kepala negara itu sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung.

Setibanya di Istana Kedatun Keagungan, Jokowi disambut para penyimbang adat dari lima kerajaan, di antaranya Buai Pemuka Pangeran Tuha Way Kanan, Buai Subbing Terbanggi Balak, Buai Bulan Mego Pak Tulang Bawang, serta pemangku adat dari kerajaan adat lainnya.

Prosesi penganugerahan diawali dengan pemasangan pin kehormatan, penyerahan piagam gelar adat, serta penyematan selempang sebagai simbol resmi penerimaan gelar Baginda Pemuka Bangsa.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ritual menginjak kepala kerbau, salah satu tradisi adat Lampung yang melambangkan keberanian, keteguhan hati, kesiapan memikul amanah, serta komitmen menjaga kehormatan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Prosesi ditutup dengan Tari Migeul, tarian tradisional Lampung yang biasa ditampilkan dalam penyambutan tamu kehormatan dan pemberian gelar adat. Tarian tersebut menjadi simbol kegembiraan, penghormatan, sekaligus diterimanya seseorang sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung. (*)

Editor : Erik Handoko