• Sabtu, 27 Juni 2026

Dokter Ungkap Kondisi Terakhir Korban Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13.51 WIB
35

Ilustrasi penyekapan dan penganiayaan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandung - Dokter menyebut YTR, perempuan korban penganiayaan berat akan menjalani rekonstruksi wajah untuk memperbaiki bagian yang rusak akibat dihajar tersangka, Taufik Hidayat. 

Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (Dirut RSHS) Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, bagian wajah dari YTR akan sulit untuk kembali ke kondisi semula meski sudah dilakukan operasi rekonstruksi.

"Yang paling berat di bagian wajah dan ini direncanakan bertahap, namanya rekonstruksi ya. Jadi bukan kecantikan. Ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekatilah. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit," kata Rachim dikutip JPNN, Sabtu (27/6/2026).

Meski akan sulit, Rachim mengatakan pihaknya akan tetap berupaya melakukan yang terbaik. Rekonstruksi pada bagian wajah korban akan dilakukan secara bertahap selama tiga bulan ke depan.

"Itu kurang lebih lebih dari 3 bulan, kami akan bertahap melakukan rekonstruksi di wajah ini. Karena dari mulai mulut, hidung, pipi, ya," ucapnya.

Untuk perawatan YTR, Rachim mengatakan, terdapat 40 orang dari berbagai dokter spesialis di RSHS Bandung.

Mereka terdiri dari dokter penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, penyakit dalam, psikiater, hingga ahli gizi.

"Hasan Sadikin sudah membentuk 40 orang tim untuk menangani ibu (YTR) ini," tuturnya.

Sementara itu, sebelum menjalani rekonstruksi wajah, saat ini YTR sedang menjalani pembersihan infeksi pada bagian kepalanya. Selama proses pembersihan infeksi, orang-orang yang menjenguk korban akan dibatasi.

"Sampai saat ini dan mungkin beberapa (hari) ke depan akan memperketat tidak boleh dijenguk. Karena yang datang nanti akan membawa kuman. Sehingga kami tidak bisa melakukan rekonstruksi, nanti oleh teman sejawat kami dari bedah plastik. Karena kalau ada infeksi, pasti tidak akan bisa sembuh," ungkapnya. (*)

Editor : Erik Handoko