• Jumat, 26 Juni 2026

Inspiratif! Abidurrohman Sukses Jalani Ujian Terbuka Tesis di UIN RIL pada Usia 64 Tahun

Jumat, 26 Juni 2026 - 16.42 WIB
20

Abidurrohman mahasiswa Program Magister (S2) erhasil melewati Ujian Terbuka Tesis yang digelar pada Rabu (24/6/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Semangat belajar tanpa mengenal batas usia ditunjukkan Abidurrohman. Di usianya yang telah menginjak 64 tahun, mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Angkatan 2024 ini berhasil melewati Ujian Terbuka Tesis yang digelar pada Rabu (24/6/2026).

Abidurrohman merupakan Pengurus atau Ketua Harian Yayasan Pondok Pesantren Al-Hadi Sungai Langka, Pesawaran. Dalam ujian tersebut, ia mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Perubahan Alam dan Nasib Manusia pada Hari Kiamat Perspektif Tafsir Thanthawi Jauhari”

Sidang dipimpin oleh Ketua Tim Penguji Prof. Dr. Erina Pane, M.Hum., dengan Sekretaris Dr. Budimansyah, M.Kom.I. Turut hadir sebagai penguji Dr. Suhandi, M.Ag., Prof. Dr. H. Bukhori Abdul Shomad, M.A., dan H. Masruchin, Lc., M.A., Ph.D.

Keberhasilan Abidurrohman yang akrab disapa Abah oleh rekan-rekan kuliahnya ini mendapat apresiasi dari tim penguji dan sivitas akademika. Ketekunan serta semangatnya menempuh pendidikan tinggi di usia lanjut dinilai menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Salah satu tim penguji, Prof. Bukhori menyampaikan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus menuntut ilmu. “Usia sama sekali bukan penghalang untuk terus menyerap ilmu. Ini adalah motivasi besar bagi yang muda agar tetap konsisten, memiliki daya juang tinggi, dan tidak cepat mengeluh dalam menuntut ilmu,” ujarnya.

Menurutnya, kisah Abidurrohman menjadi pengingat bahwa belajar merupakan proses sepanjang hayat (long-life learning). Semangat yang ditunjukkan mahasiswa senior tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan.

Sementara Ketua Tim Penguji, Prof. Erina, juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap sosok Abidurrohman. Ia mengaku telah dua kali bertemu dalam proses akademik, yakni saat ujian tesis tertutup dan ujian terbuka.

“Saya dua kali berjumpa dengan Pak Abidurrohman, dalam sidang tertutup dan sidang terbuka. Selama ujian, saya sangat terkesan dengan semangatnya. Walaupun sudah berumur, beliau cerdas dan jelas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan,” kata Prof. Erina.

Ia menuturkan, sebelum presentasi dimulai dirinya sempat menyarankan agar Abidurrohman cukup membacakan abstrak tesis karena khawatir mengalami kesulitan dalam penggunaan teknologi presentasi. Namun, dugaan tersebut tidak terbukti.

“Awalnya saya menyampaikan, ‘bacakan saja abstraknya Pak’, karena saya khawatir beliau tidak memahami presentasi menggunakan PowerPoint. Ternyata beliau sangat cekatan membuka presentasi dan fasih dalam penggunaan teknologi informasi,” ujar Wakil Direktur Pascasarjana UIN RIL ini.

Menurut Prof. Erina, semangat belajar yang ditunjukkan Abidurrohman menjadi inspirasi tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dirinya secara pribadi. “Secara pribadi, semangat beliau dalam belajar menjadi motivasi bagi saya bahwa belajar tidak mengenal usia,” tambahnyanya.

Keberhasilan Abidurrohman menyelesaikan tahapan akhir studi magister ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu dapat terus tumbuh pada setiap fase kehidupan. (*)