• Kamis, 25 Juni 2026

Usai Mogok Jualan, Pedagang Daging Sapi di Bandar Lampung Naikkan Harga Jadi Rp150 Ribu per Kg

Kamis, 25 Juni 2026 - 14.14 WIB
29

Salah seorang pedagang daging di Pasar Way Halim, Robi, saat diwawancarai, Kamis (25/6/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pedagang daging sapi di Kota Bandar Lampung kembali beraktivitas setelah sempat menghentikan penjualan selama dua hari sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga pasokan dari pemasok. Namun, berakhirnya aksi mogok tersebut diikuti dengan kenaikan harga daging di tingkat konsumen.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Way Halim, Robi, mengatakan para pedagang memilih tidak berjualan pada 22-23 Juni 2026 setelah harga pasokan dari suplier mengalami kenaikan hingga Rp10 ribu per kilogram.

"Kami membeli daging dari suplier, jadi posisinya sebagai tangan kedua sebelum dijual ke konsumen. Karena harga dari pemasok naik, kami sempat mogok berjualan selama dua hari," kata Robi, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah para pedagang menggelar musyawarah untuk mencari solusi atas kenaikan harga yang terjadi. Hasil pertemuan itu memutuskan para pedagang kembali berjualan dengan melakukan penyesuaian harga.

Saat ini, harga daging sapi di tingkat pedagang berkisar Rp145 ribu per kilogram, bahkan untuk beberapa jenis daging mencapai Rp150 ribu per kilogram.

"Harga terpaksa kami naikkan. Stok yang dibawa hari ini juga belum banyak karena kami masih melihat kondisi pasar dan respons pembeli," ujarnya.

Robi berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga sehingga tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, membenarkan bahwa aksi mogok pedagang hanya berlangsung selama dua hari dan aktivitas perdagangan kini telah kembali berjalan normal.

"Mereka tidak berdagang selama dua hari. Sekarang sudah kembali berjualan dengan menyesuaikan harga jual," kata Erwin.

Ia menjelaskan, kenaikan harga daging dipicu meningkatnya harga sapi impor asal Australia yang terdampak penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut berimbas pada harga sapi di tingkat distributor hingga pedagang.

Akibatnya, harga daging sapi yang sebelumnya berada di kisaran Rp135 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp140 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram.

"Kenaikan sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram. Ini juga dipengaruhi kondisi ekonomi global yang berdampak pada komoditas impor," jelasnya.

Meski terjadi kenaikan harga, Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan pasokan daging tetap tersedia setelah tercapai kesepakatan antara pedagang dan pemerintah untuk kembali menjalankan aktivitas perdagangan.

Disdag juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memantau perkembangan harga dan pasokan, mengingat pengaturan distribusi sapi berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

"Yang terpenting saat ini pedagang sudah kembali berjualan sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi," pungkas Erwin. (*)

Editor : Erik Handoko