Peserta Latsarmil Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Meninggal Bertambah Jadi 3 Orang
Latihan Dasar Militer bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Jakarta - Kabar duka kembali datang dari pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Satu peserta lagi dilaporkan meninggal dunia, sehingga total peserta yang wafat selama rangkaian program tersebut kini menjadi tiga orang.
Peserta yang meninggal dunia diketahui bernama Novia Rahmadhani Sihotang, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Kodiklatau Jakarta.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo.
Menurut Rico, pihak Kementerian Pertahanan telah menerima laporan resmi terkait meninggalnya Novia setelah sebelumnya menjalani perawatan medis. Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tenaga kesehatan, kondisi peserta tersebut tidak dapat diselamatkan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, gangguan kesehatan yang dialami Novia berkaitan dengan penyakit tuberkulosis atau TBC," kata Brigjen TNI Rico Ricardo, dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Ia dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang menangani kondisinya.
Peristiwa ini menambah daftar peserta yang meninggal dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi bagian dari persiapan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebelumnya, dua peserta lain dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi kesehatan berbeda saat mengikuti pendidikan.
Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta yang mengikuti program telah melewati tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pelatihan.
Rico menjelaskan bahwa sejak peserta menunjukkan keluhan kesehatan, tim medis satuan bersama rumah sakit rujukan telah melakukan langkah penanganan sesuai prosedur.
Pendampingan dan upaya medis disebut terus dilakukan hingga peserta mendapatkan perawatan intensif.
Atas kejadian tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah.
Sementara itu, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat sistem pengawasan kesehatan peserta guna meningkatkan keselamatan dan kualitas penyelenggaraan program ke depan. (*)
Berita Lainnya
-
Kementerian HAM Rekrut 200 Penggerak HAM di Desa dan Kelurahan
Kamis, 25 Juni 2026 -
Presiden Prabowo Ungkap Kebocoran Kekayaan Negara Capai Rp5.800 Triliun
Rabu, 24 Juni 2026 -
Jejak Transaksi Belanja Jadi Petunjuk Polisi Lacak Persembunyian Taufik Hidayat
Rabu, 24 Juni 2026 -
Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan-Penganiayaan Wanita di Bandung Ditangkap Polisi
Selasa, 23 Juni 2026








