Kumpulkan 89 Kepala SPPG, Dinkes Bandar Lampung Tekankan Standar Keamanan MBG
Rapat koordinasi bersama para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Kamis (25/6/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung – Dinas Kesehatan
(Dinkes) Kota Bandar Lampung menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat tata kelola dan
pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinkes Kota
Bandar Lampung tersebut dihadiri 89 Kepala SPPG dari 100 peserta yang diundang.
Rakor dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A.
Temenggung.
Dalam pertemuan tersebut, Dinkes menekankan
pentingnya penerapan standar keamanan pangan, peningkatan kualitas layanan,
serta penguatan sistem pengawasan guna memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman
dan tepat sasaran.
Muhtadi mengatakan, SPPG memiliki peran
strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Karena itu,
seluruh pengelola harus memastikan setiap tahapan penyediaan makanan dilakukan
sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi
kepada penerima manfaat.
"Program MBG bukan sekadar membagikan
makanan. Ini adalah investasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas,
produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," kata Muhtadi.
Dalam rakor tersebut, Dinkes juga memaparkan
hasil evaluasi pelaksanaan Program MBG di Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data
terbaru, terdapat 151 SPPG yang telah terdaftar dalam sistem MBG.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 SPPG atau
sekitar 97 persen telah beroperasi aktif melayani penerima manfaat.
Selain itu, dari 113 pengajuan Sertifikat
Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebanyak 98 sertifikat telah diterbitkan,
sementara 15 lainnya masih dalam proses verifikasi.
"Kami juga mencatat sebanyak 4.065
penjamah pangan telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi sebagai
bagian dari upaya menjaga standar keamanan pangan dalam program MBG,"
ujarnya.
Meski pelaksanaan program berjalan cukup
baik, Dinkes mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat
perhatian bersama. Di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia
(SDM), efisiensi distribusi makanan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta
konsistensi penerapan standar keamanan pangan di seluruh SPPG.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes akan memperkuat
sistem monitoring terpadu, meningkatkan kapasitas SDM pengelola SPPG,
memperketat pengawasan mutu pangan, serta memastikan kelompok rentan tetap
menjadi prioritas penerima manfaat program.
"Kami ingin memastikan layanan MBG di
Bandar Lampung berjalan aman, berkualitas, dan bebas dari kasus penyakit bawaan
pangan atau foodborne disease," tegas Muhtadi.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Dinkes
berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin efektif dan mampu
memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat
di Kota Bandar Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
Peringati Haul Bung Karno, PDI Perjuangan Lampung Ajak Generasi Muda Warisi Semangat Perjuangan
Kamis, 25 Juni 2026 -
Kinerja Layanan Terus Meningkat, PLN UID Lampung Perkuat One Stop Service bagi Pelanggan
Kamis, 25 Juni 2026 -
430 Mahasantri Diwisuda pada Takrim al-Najihin Ma’had Al Jami’ah UIN RIL
Kamis, 25 Juni 2026 -
Kuliah Umum Internasional FTK UIN RIL Bahas Peluang Studi dan Riset di Arab Saudi
Kamis, 25 Juni 2026








