Kementerian HAM Rekrut 200 Penggerak HAM di Desa dan Kelurahan
Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Jakarta
– Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) tahun ini merekrut 200 Penggerak HAM di
tingkat desa dan kelurahan yang nantinya menjadi ujung tombak pembangunan HAM.
Staf Khusus Menteri HAM
Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta
menegaskan pentingnya peran desa dalam membangun peradaban HAM di Indonesia.
Thomas mengatakan desa
dan seluruh perangkatnya harus menjadi motor penggerak pembangunan HAM.
Hal tersebut
disampaikan Thomas saat memberikan sosialisasi penguatan Kapasitas HAM bagi
Masyarakat dengan tajuk "Menuju Masyarakat Desa Berperadaban Hak Asasi
Manusia" di tiga Desa di wilayah Manggarai Raya, Provinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT).
Ketiga desa tersebut yaitu Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten
Manggarai Barat, Desa Iteng, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, dan Desa
Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Menurut Thomas, pembangunan HAM di tingkat desa
menjadi penting dan strategis bersamaan dengan agenda pembangunan nasional yang
menempatkan masyarakat di pedesaan sebagai sasaran utama seperti hadirnya
Koperasi Desa Merah Merah Putih, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, Makan Bergizi
Gratis, Pengecekan Kesehatan Gratis dan berbagai program lainnya.
"Bangsa yang maju adalah bangsa yang menempatkan
desa dan kampung sebagai ujung tombak pembangunan, dalam konteks yang sama desa
harusnya juga menjadi motor penggerak pembangunan hak asasi manusia," kata
Thomas kepada wartawan, Kamis (25/6/2026) dikutip dari Detikcom.
Thomas mengatakan Kementerian HAM sedang
mempersiapkan agenda khusus membangun peradaban HAM di desa dengan hadirnya
penggerak-penggerak HAM di desa-desa seluruh Indonesia.
"Untuk tahun ini kita lakukan perekrutan 200
Penggerak HAM di tingkat desa dan kelurahan yang nantinya menjadi ujung tombak
pembangunan HAM. Bagaimana pun hadirnya penggerak HAM di seluruh desa di
Indonesia akan memastikan hadirnya juga aspek-aspek penghormatan, pelindungan,
pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia," lanjut Thomas.
Dia menilai, semakin bagus pemahaman masyarakat
tentang HAM maka hal tersebut membantu meminimalisir pelanggaran HAM mulai dari
ruang domestik di tengah keluarga maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, banyak masyarakat di desa seluruh Indonesia
mengalami banyak persoalan terkait HAM, mulai dari berkaitan dengan hak atas
hidup, hak atas pekerjaan, pendidikan kesehatan dan juga rasa aman termasuk hak
atas lingkungan dan hak atas pembangunan. Termasuk juga kelompok rentan,
kekerasan anak dan perempuan, konflik lahan yang membutuhkan perhatian langsung
negara.
"Menempatkan desa sebagai motor penggerak
pembangunan HAM adalah langkah strategis yang ikut mendorong pembumian
nilai-nilai hak asasi manusia semakin mudah menjangkau masyarakat secara luas
dan pada gilirannya juga ikut mendorong pemajuan pembangunan nasional secara
menyeluruh," papar Thomas. (*)
Berita Lainnya
-
Peserta Latsarmil Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Meninggal Bertambah Jadi 3 Orang
Kamis, 25 Juni 2026 -
Presiden Prabowo Ungkap Kebocoran Kekayaan Negara Capai Rp5.800 Triliun
Rabu, 24 Juni 2026 -
Jejak Transaksi Belanja Jadi Petunjuk Polisi Lacak Persembunyian Taufik Hidayat
Rabu, 24 Juni 2026 -
Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan-Penganiayaan Wanita di Bandung Ditangkap Polisi
Selasa, 23 Juni 2026
- Penulis : Erik Handoko
- Editor : Erik Handoko
Berita Lainnya
-
Kamis, 25 Juni 2026Peserta Latsarmil Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Meninggal Bertambah Jadi 3 Orang
-
Rabu, 24 Juni 2026Presiden Prabowo Ungkap Kebocoran Kekayaan Negara Capai Rp5.800 Triliun
-
Rabu, 24 Juni 2026Jejak Transaksi Belanja Jadi Petunjuk Polisi Lacak Persembunyian Taufik Hidayat
-
Selasa, 23 Juni 2026Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan-Penganiayaan Wanita di Bandung Ditangkap Polisi








