• Kamis, 25 Juni 2026

Kemenag Lampung Bangun Masjid Rp1,26 Miliar Hasil Donasi ASN hingga Mitra Kerja

Kamis, 25 Juni 2026 - 14.26 WIB
32

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Babul Jannah yang digelar di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kamis (25/6/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung resmi memulai pembangunan Masjid Babul Jannah senilai Rp1,26 miliar melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar di lingkungan kantor setempat, Kamis (25/6/2026).

Pembangunan rumah ibadah tersebut ditargetkan selesai sebelum peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama tahun 2027 dan diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta pembinaan spiritual bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung.

Groundbreaking dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, jajaran perbankan, pejabat struktural, dan ASN Kemenag Lampung.

Dalam sambutannya, Zulkarnain mengatakan pembangunan Masjid Babul Jannah menjadi momentum bersejarah karena selama ini Kanwil Kemenag Lampung belum memiliki masjid yang representatif sebagai pusat ibadah dan pembinaan keagamaan.

Ia menilai peletakan batu pertama yang bertepatan dengan bulan Muharram menjadi pertanda baik bagi dimulainya pembangunan rumah ibadah tersebut.

"Hari ini menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Semoga pembangunan masjid ini membawa keberkahan dan menjadi pusat kemaslahatan bagi ASN maupun masyarakat," kata Zulkarnain.

Menurutnya, keberadaan masjid merupakan kebutuhan mendasar bagi institusi yang bergerak di bidang keagamaan. Selama ini aktivitas ibadah di lingkungan kantor masih dilakukan dengan fasilitas yang terbatas.

Zulkarnain juga mengutip keteladanan Rasulullah SAW yang menjadikan pembangunan masjid sebagai prioritas utama saat hijrah ke Madinah.

"Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, yang pertama dibangun adalah masjid. Itu menjadi inspirasi bahwa pembangunan rumah ibadah harus menjadi perhatian utama di mana pun kita mengemban amanah," ujarnya.

Pembangunan Masjid Babul Jannah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bank Eka memberikan bantuan sebesar Rp75 juta, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan dukungan Rp100 juta. Selain itu, pendanaan juga berasal dari zakat, infak, sedekah ASN Kemenag, serta kontribusi para mitra dan donatur.

Masjid tersebut dirancang berukuran 12 x 20 meter dengan kapasitas sekitar 180 hingga 200 jamaah. Proses pembangunan akan mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

"Kami berupaya meminimalkan biaya pembangunan. Desain dan arsitektur dibantu secara sukarela, sedangkan pelaksanaan konstruksi menggunakan tenaga profesional sehingga anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Babul Jannah, Makmur, mengatakan pembangunan masjid merupakan wujud ikhtiar bersama keluarga besar Kemenag Lampung untuk menghadirkan sarana ibadah yang lebih representatif.

Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keagamaan, penguatan spiritual ASN, dan sarana syiar Islam di lingkungan kerja.

"Masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan yang hidup, memperkuat spiritualitas ASN, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," kata Makmur.

Ia menjelaskan, masjid akan dibangun di area parkir belakang Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,26 miliar.

Pendanaan berasal dari donasi ASN Kemenag se-Provinsi Lampung, dukungan mitra kerja, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), lembaga, badan usaha, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan.

Makmur menambahkan, nama "Babul Jannah" yang berarti "Pintu Surga" dipilih sebagai simbol harapan agar masjid tersebut menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan menjadi jalan kebaikan bagi seluruh jamaah maupun para dermawan yang berkontribusi.

"Semoga masjid ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Editor : Erik Handoko