• Rabu, 24 Juni 2026

UIN RIL Naik Peringkat Global THE Sustainability Impact Ratings 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13.14 WIB
34

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali mencatatkan capaian di tingkat internasional melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali mencatatkan capaian di tingkat internasional melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026.

Berdasarkan hasil melalui laman Times Higher Education, yang diakses pada Rabu (24/6/2026), UIN RIL berhasil meningkatkan posisinya pada tahun kedua keikutsertaannya berhasil menempati peringkat dunia 801–1000. Posisi ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada rentang 1001-1500 dunia. Selain itu, UIN RIL berada di peringkat 37 nasional, serta menempati posisi kedua di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) setelah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rektor Wan Jamaluddin Z. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan peringkat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan budaya keberlanjutan di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Ini bukan hanya tentang peringkat, tetapi menjadi pengakuan internasional atas berbagai upaya yang telah dilakukan UIN Raden Intan Lampung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kampus,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, capaian tersebut melengkapi berbagai prestasi yang sebelumnya telah diraih UIN RIL dalam bidang keberlanjutan lingkungan. Pada pemeringkatan UI GreenMetric, kampus hijau UIN RIL tercatat sebagai peringkat pertama PTKIN, masuk 10 besar perguruan tinggi nasional, serta berada di peringkat ke-59 dunia. Sementara pada pemeringkatan UniRank, kampus ini menempati peringkat ke-6 nasional untuk klaster PTKIN.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa capaian ini tidak boleh membuat sivitas akademika berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat program-program keberlanjutan yang telah berjalan.

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan salah satu Asta Protas Kementerian Agama, yakni ekoteologi, kampus memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari nilai-nilai keagamaan.

“Prestasi ini harus semakin menambah semangat kita untuk terus berupaya mewujudkan kampus yang berkelanjutan. Nilai-nilai ekoteologi yang menjadi salah satu Asta Protas Kementerian Agama perlu terus diimplementasikan dalam kehidupan akademik maupun tata kelola kampus. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama dan bagian dari pengamalan ajaran agama,” katanya.

Koordinator UI GreenMetric dan THE pada Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Layanan Internasional LPM UIN RIL Suci Wulan Pawhestri, M.Si., mengatakan pihaknya turut bangga atas peningkatan peringkat yang diraih UIN Raden Intan Lampung pada tahun ini.

Ia mengatakan, dalam pengajuan THE Sustainability Impact Ratings 2026, UIN RIL mengajukan lima tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dari total 17 SDGs..Kelima SDGs tersebut meliputi SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 (Partnership for the Goals).

“Alhamdulillah, tahun ini peringkat global UIN Raden Intan Lampung mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai program, kebijakan, dan aktivitas yang mendukung SDGs terus berjalan dan mendapatkan pengakuan pada tingkat internasional,” ujarnya.

Sebagai informasi, Times Higher Education Sustainability Impact Ratings merupakan satu-satunya pemeringkatan kinerja global yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penilaian dilakukan melalui indikator yang mencakup empat pilar utama, yaitu research (penelitian), stewardship (tata kelola dan pengelolaan sumber daya), outreach (kontribusi dan keterlibatan dengan masyarakat), serta teaching (pendidikan dan pembelajaran). (*)

Editor : Erik Handoko