• Rabu, 24 Juni 2026

Tes UM-PTKIN UIN RIL Ramah Difabel

Rabu, 24 Juni 2026 - 16.31 WIB
13

Peserta tuna daksa mengikuti ujian di kampus hijau UIN RIL. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan layanan ramah difabel bagi peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di titik lokasi (tilok) UIN RIL.

Pada pelaksanaan UM-PTKIN tahun 2026, terdapat dua peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di kampus hijau UIN RIL, yakni satu peserta tuna daksa dan satu peserta tuna netra. Peserta tuna daksa mengikuti ujian pada hari pertama, Senin (8/6/2026) sesi ketiga. Sedangkan peserta tuna netra dijadwalkan mengikuti ujian pada Selasa (9/6/2026) sesi keempat.

Sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh peserta, UIN RIL menyiapkan pendamping khusus bagi peserta difabel selama pelaksanaan ujian berlangsung.

Wakil Rektor I Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., mengatakan penyediaan pendamping merupakan bagian dari upaya kampus untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan baik dan nyaman.

Menurutnya, sesuai arahan Panitia Pusat, peserta difabel yang membutuhkan bantuan diberikan pendamping yang bertugas membacakan soal sekaligus membantu memilihkan jawaban berdasarkan instruksi peserta.

“Pendamping hanya membantu secara teknis, membacakan soal dan memilihkan jawaban sesuai arahan peserta, tetapi tidak mengarahkan jawaban,” ujarnya.

Layanan tersebut diberikan karena sistem SSE UM-PTKIN saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan peserta tunanetra maupun tunarungu.

Prof. Andi menegaskan bahwa UIN RIL berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta tanpa terkecuali, termasuk peserta penyandang disabilitas.

Pelaksanaan UM-PTKIN yang ramah difabel di UIN RIL sejalan dengan komitmen Panitia Nasional PMB PTKIN dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., menyampaikan bahwa UM-PTKIN 2026 diikuti oleh 43 peserta difabel dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 11 peserta tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita.

“Tahun ini, UM-PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz menyebut karakter inklusif PTKIN semakin terlihat dari terbukanya akses pendidikan bagi berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, program studi di lingkungan PTKIN kini semakin diminati oleh beragam kalangan, termasuk masyarakat non-Muslim dan komunitas internasional.

Hal tersebut menunjukkan bahwa PTKIN merupakan ruang belajar yang terbuka dan ramah bagi siapa saja, termasuk kelompok difabel. Komitmen itu juga tercermin dalam pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Raden Intan Lampung yang menyediakan layanan pendampingan bagi peserta berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti seleksi dengan kesempatan yang setara. (*)