• Selasa, 23 Juni 2026

Atlet Tinju Lampung Jadi Korban Penganiayaan di PKOR Way Halim, Kepala Dihantam Cangkul

Selasa, 23 Juni 2026 - 17.28 WIB
41

Atlet tinju Lampung jadi korban penganiayaan di PKOR Way Halim, kepala dihantam cangkul. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Nasib nahas menimpa Ikhwan Azzahro (20), atlet tinju Lampung yang tengah dipersiapkan untuk berlaga pada PON Bela Diri 2026 di Manado. Ia menjadi korban penganiayaan di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (23/6/2026).

Akibat kejadian tersebut, Ikhwan mengalami luka pada bagian kepala dan tangan setelah diduga diserang menggunakan benda keras. Korban kemudian menjalani pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan dan keperluan visum.

Pelatih tinju Lampung, Cikal Farrah Labita, menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga merupakan buntut dari perselisihan yang terjadi beberapa hari sebelumnya antara salah seorang atlet dengan sejumlah warga di sekitar area gantangan burung Kompleks PKOR.

Menurutnya, awal persoalan terjadi pada Sabtu (20/6/2026) malam ketika seorang atlet bernama Abi datang ke kawasan PKOR untuk mengambil perlengkapan latihan. Saat melintas menggunakan sepeda motor, kendaraan yang dikendarainya menghantam polisi tidur hingga menimbulkan suara cukup keras.

Peristiwa itu kemudian memicu komentar dari beberapa orang yang berada di sekitar lokasi. Merasa mendapat ucapan yang kurang menyenangkan, Abi sempat menghentikan kendaraannya untuk mencari tahu maksud perkataan tersebut. Namun karena situasi dianggap tidak kondusif, ia memilih meninggalkan tempat kejadian.

"Abi kemudian menyampaikan kejadian itu kepada saya. Kami sempat berusaha mencari pihak yang terlibat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan, tetapi tidak berhasil bertemu," kata Cikal.

Ketegangan kembali muncul pada Senin (22/6/2026) malam. Beberapa atlet mendatangi lokasi yang sama guna meminta klarifikasi terkait insiden sebelumnya. Meski sempat terjadi adu argumen, situasi saat itu tidak berkembang menjadi bentrokan fisik.

Namun pada Selasa siang, konflik diduga memuncak. Saat Abi hendak menjemput Ikhwan di kawasan PPLP PKOR, keduanya disebut dihadang oleh sejumlah orang.

Cikal mengatakan kelompok tersebut diduga membawa beberapa benda seperti cangkul, parang, dan kayu. Dalam peristiwa itu, Ikhwan mengalami luka di bagian kepala dan tangan akibat serangan yang diduga menggunakan cangkul.

"Ketika menjemput Ikhwan, mereka diduga dihadang beberapa orang. Akibat kejadian itu, Ikhwan mengalami luka di kepala dan tangan," ujarnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Cikal berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas perkara tersebut dan menindak para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, Ikhwan merupakan salah satu atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Lampung pada ajang PON Bela Diri 2026. Karena itu, insiden yang menimpanya dinilai dapat mengganggu proses pembinaan dan persiapan atlet menuju kompetisi nasional.

"Laporan sudah kami buat. Harapan kami, kasus ini bisa segera ditangani sehingga para atlet dapat berlatih dengan aman dan fokus menjalani persiapan," tutupnya. (*)

Editor : Erik Handoko