Pemprov Lampung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan, Koordinasi Lintas Sektoral Diperkuat
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni, dari Command Center Lt. II Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (22/6/2026). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung
terus memantau dinamika Indeks Perkembangan Harga (IPH) guna mengantisipasi
volatilitas harga komoditas pokok.
Langkah antisipatif ini diperkuat melalui partisipasi aktif dalam Rapat
Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti secara
virtual oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi
Lampung, Liza Derni, dari Command Center Lt. II Diskominfotik Provinsi Lampung,
Senin (22/6/2026).
Menurut Liza, Pemprov Lampung sendiri berkomitmen untuk terus menyelaraskan
kebijakan pengendalian inflasi di tingkat pusat dengan kondisi riil di
lapangan.
“Dengan sisa waktu satu minggu sebelum memasuki Juli, koordinasi lintas
sektoral akan terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan
pasokan, khususnya komoditas yang mengalami fluktuasi harga cukup tinggi di
wilayah Provinsi Lampung,” ucap dia.
Rakor yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri RI ini menyoroti tren
kenaikan IPH di minggu ketiga Juni 2026 di sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga komoditas pangan
utama seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah menjadi penyumbang
utama terhadap perubahan IPH nasional. Selain itu, tren kenaikan harga beras
medium dan premium turut menjadi catatan penting yang memerlukan atensi serius
dari pemerintah daerah.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam arahannya menekankan
perlunya kolaborasi intensif antara kepala daerah dan Bulog, terutama di
kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras.
"Daerah dengan kenaikan IPH yang signifikan harus segera melakukan
koordinasi antar-daerah melalui TPID untuk mencari solusi konkret. Bagi daerah
penerima bantuan dari Kementerian Pertanian terkait gerakan menanam cabai,
mohon dipastikan program tersebut berjalan tepat sasaran," tegas Tomsi
Tohir.
Menanggapi tantangan distribusi di wilayah Indonesia Timur, Kementerian
Perdagangan didorong untuk memfasilitasi logistik bawang putih agar pasokan
dapat langsung diarahkan ke hub seperti Makassar atau Balikpapan. Langkah ini
diharapkan mampu menekan ongkos distribusi sehingga harga di tingkat masyarakat
dapat lebih terjangkau.
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memaparkan berbagai aksi
strategis untuk stabilisasi harga pangan. Salah satunya adalah skema penyaluran
komoditas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mengintegrasikan
peternak lokal sebagai pemasok telur dan daging ayam ras.
Upaya stabilisasi ini juga didukung dengan realisasi penyaluran beras SPHP
yang hingga 20 Juni 2026 telah mencapai 359.000 ton, serta pelaksanaan Gerakan
Pangan Murah (GPM) yang masif dilakukan di berbagai provinsi untuk menjaga
aksesibilitas pangan bagi masyarakat. (*)
Berita Lainnya
-
Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Senin, 22 Juni 2026 -
Asesmen Lapangan BAN-PT, Rektor UIN RIL Dorong Prodi Hukum Keluarga Jadi Pusat Kajian Unggul
Senin, 22 Juni 2026 -
Mulai 4 Juli, KA Rajabasa Hadir dengan Kereta Premium Tarif Tetap
Senin, 22 Juni 2026 -
Rektor UIN RIL Ajak Narasumber PKDP Adaptif Jaga Mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan
Senin, 22 Juni 2026








