Mulai 4 Juli, KA Rajabasa Hadir dengan Kereta Premium Tarif Tetap
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menghadirkan peningkatan layanan bagi pengguna Kereta Api Rajabasa. Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menghadirkan
peningkatan layanan bagi pengguna Kereta Api Rajabasa. Mulai 4 Juli 2026,
kereta relasi Tanjungkarang-Kertapati itu akan menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi
Premium Modifikasi yang menawarkan kenyamanan lebih baik tanpa perubahan tarif
tiket.
Meski fasilitas dan
kenyamanan meningkat, harga tiket KA Rajabasa tetap Rp32 ribu per perjalanan
karena kereta tersebut masih berstatus sebagai layanan Public Service
Obligation (PSO) atau kereta bersubsidi dari pemerintah.
Manager Humas KAI Divre
IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan pergantian rangkaian dilakukan
untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan yang selama ini menjadi
pengguna setia KA Rajabasa.
"Tarif tetap Rp32
ribu karena KA Rajabasa merupakan kereta bersubsidi atau PSO dari pemerintah.
Jadi masyarakat bisa menikmati fasilitas yang lebih baik dengan harga yang
sama," kata Zaki, Senin (22/6/2026).
Perubahan paling mencolok
terdapat pada konfigurasi kursi. Jika sebelumnya menggunakan formasi 2-3 dengan
sebagian kursi saling berhadapan, kini seluruh kursi menggunakan konfigurasi
2-2 sehingga ruang duduk dan ruang kaki menjadi lebih lega.
Selain itu, rangkaian
baru juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan seperti sandaran
tangan, kursi yang dapat direbahkan, stop kontak pada setiap baris kursi, serta
sistem pendingin udara yang lebih optimal.
Namun, peningkatan
kenyamanan tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas angkut penumpang.
Jika sebelumnya KA Rajabasa mampu menampung hingga 848 penumpang dalam satu perjalanan,
kapasitas kini menjadi 640 penumpang.
Menurut Zaki, pengurangan
jumlah kursi merupakan konsekuensi dari penggunaan desain interior yang lebih
nyaman. KAI juga tidak memungkinkan menambah jumlah kereta karena keterbatasan
panjang peron di sejumlah stasiun yang dilalui.
"Kami memang tidak
bisa menambah rangkaian lagi karena ada keterbatasan panjang peron di sejumlah
stasiun. Jadi fokusnya sekarang memberikan kenyamanan yang lebih baik,"
ujarnya.
Rangkaian baru KA
Rajabasa terdiri dari delapan kereta ekonomi premium modifikasi, satu kereta
makan, dan satu kereta pembangkit. Kehadiran kereta makan menjadi nilai tambah
yang sebelumnya tidak tersedia pada rangkaian lama.
Tingginya antusiasme
masyarakat terhadap layanan baru tersebut juga terlihat dari penjualan tiket
perjalanan perdana. Sejumlah jadwal favorit menjelang masa libur sekolah
dilaporkan telah habis terjual.
"Bahkan di tanggal-tanggal favorit menjelang masa libur anak sekolah telah habis terjual," tambah Zaki.
KAI mencatat, sepanjang
2025 KA Rajabasa melayani sebanyak 686.788 pelanggan. Sementara pada periode
Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 388.190 orang atau
meningkat 38,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api di Lampung dan Sumatera Selatan. (*)
Berita Lainnya
-
Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Senin, 22 Juni 2026 -
Asesmen Lapangan BAN-PT, Rektor UIN RIL Dorong Prodi Hukum Keluarga Jadi Pusat Kajian Unggul
Senin, 22 Juni 2026 -
Pemprov Lampung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan, Koordinasi Lintas Sektoral Diperkuat
Senin, 22 Juni 2026 -
Rektor UIN RIL Ajak Narasumber PKDP Adaptif Jaga Mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan
Senin, 22 Juni 2026








