Lampung Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima kunjungan Yayasan Boemi dan Kita (BoemiKita) bersama Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia untuk membahas upaya penanganan dan pengelolaan sampah di Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin (22/6/2026). Foto: Ist.
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggandeng sejumlah organisasi
yang konsentrasi terhadap lingkungan demi mewujudkan pengelolaan sampah berbasis
ekonomi sirkular.
Wakil Gubernur
Lampung Jihan Nurlela menerima kunjungan Yayasan Boemi dan Kita (BoemiKita)
bersama Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia untuk membahas upaya
penanganan dan pengelolaan sampah di Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Wakil
Gubernur, Senin (22/6/2026).
Pertemuan
tersebut membahas sinergi reaktivasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse
Recycle (TPS3R) terintegrasi guna mewujudkan Lampung yang bersih dan berdaya
saing melalui penguatan ekonomi sirkular. Kolaborasi multipihak tersebut
diharapkan dapat mendukung penyerapan sampah anorganik secara berkelanjutan
sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi daerah.
BoemiKita
sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada pengelolaan sampah dan edukasi
lingkungan melalui kegiatan pemilahan sampah, daur ulang, serta peningkatan
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Sementara
itu, GGGI merupakan organisasi internasional antar pemerintah yang mendukung
pertumbuhan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan, serta aktif
mendampingi Pemerintah Indonesia dalam pengembangan energi hijau dan
pembangunan rendah karbon.
Melalui
sinergi tersebut, Provinsi Lampung diharapkan memperoleh berbagai manfaat,
mulai dari peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperpanjang usia
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga menjadikan Lampung sebagai salah satu
daerah percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Dalam
skema kolaborasi yang dibahas, GGGI Indonesia akan berperan sebagai delivery
partner, kemudian Indonesia Investment Exchange (IIX) sebagai advisor, Bappenas
sebagai host agency, Pemerintah Provinsi Lampung sebagai regulator, operator
lokal sebagai pelaksana di lapangan, serta BoemiKita sebagai pendamping
operasional.
Dalam
kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa
persoalan sampah di Provinsi Lampung sudah sangat serius dan membutuhkan solusi
yang lebih komprehensif, termasuk melalui pemanfaatan teknologi pengelolaan
sampah.
"Persoalan
sampah di Lampung sangat besar, keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan. Yang
ingin saya garis bawahi, cita-cita kita adalah mewujudkan waste to energy pada
tahun 2029. Kami sangat terbuka karena membutuhkan dukungan dari berbagai pihak
untuk mengelola sampah agar menjadi peluang yang bernilai," ujar Jihan.
Jihan
menjelaskan bahwa meskipun pengelolaan sampah menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota,
Pemerintah Provinsi Lampung tetap memiliki ruang untuk melakukan intervensi,
terutama dalam mendorong reaktivasi TPS3R yang selama ini belum dimanfaatkan
secara optimal akibat minimnya pendampingan kepada masyarakat.
Ia juga
mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya telah menjalin kerja
sama dengan Danantara dalam pengembangan pengelolaan sampah yang saat ini
mencakup Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung
Timur. Ke depan, upaya serupa diharapkan dapat diperluas ke 12 kabupaten/kota
lainnya di Provinsi Lampung.
Menurut
Jihan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menaruh perhatian besar terhadap
target waste to energy tahun 2029 yang menjadi arahan Presiden. Untuk itu,
Pemerintah Provinsi Lampung akan menyiapkan potensi lokasi yang selanjutnya
akan didiskusikan bersama para mitra.
Selain
penguatan infrastruktur dan teknologi, edukasi masyarakat juga menjadi
perhatian penting karena persoalan sampah berawal dari sisi hulu. Kurangnya
pemahaman dan pendampingan menyebabkan banyak fasilitas TPS3R belum berfungsi
secara optimal.
Wakil
Gubernur menyambut baik inisiatif BoemiKita dan GGGI Indonesia serta berharap
kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat guna mendukung pengelolaan sampah
yang berkelanjutan dan mewujudkan Lampung yang bersih, hijau, dan berdaya
saing. (*)
Berita Lainnya
-
Asesmen Lapangan BAN-PT, Rektor UIN RIL Dorong Prodi Hukum Keluarga Jadi Pusat Kajian Unggul
Senin, 22 Juni 2026 -
Pemprov Lampung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan, Koordinasi Lintas Sektoral Diperkuat
Senin, 22 Juni 2026 -
Mulai 4 Juli, KA Rajabasa Hadir dengan Kereta Premium Tarif Tetap
Senin, 22 Juni 2026 -
Rektor UIN RIL Ajak Narasumber PKDP Adaptif Jaga Mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan
Senin, 22 Juni 2026








