• Senin, 22 Juni 2026

APINDO: Kebutuhan Kerja Capai 12 Juta Orang per Tahun, yang Terserap Hanya 5 Juta

Senin, 22 Juni 2026 - 12.10 WIB
25

Musprov APINDO Lampung di Hotel Emersia, Senin (22/6/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Musyawarah Provinsi (Musprov) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Senin (22/6/2026), menjadi ajang perebutan kursi Ketua DPP APINDO Lampung sekaligus forum strategis memperkuat kolaborasi dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebanyak empat kandidat bersaing memperebutkan posisi ketua, yakni petahana Ary Meizary Alfian, pengusaha sektor kepelabuhanan Tatang Rohadi, pengusaha kuliner Junaedi, serta Bernard H. Simanjuntak yang menjabat Assistant Vice President Head of Human Resources PT Nestle Indonesia.

Mewakili Ketua Umum APINDO, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Anthony Hilman menyampaikan bahwa dunia usaha saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik global hingga percepatan transformasi digital yang menuntut pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan berinovasi.

Ia mengungkapkan, penyediaan lapangan kerja di Indonesia masih belum sebanding dengan kebutuhan. Dalam tujuh tahun terakhir, jumlah tenaga kerja yang terserap hanya berkisar 2 hingga 5 juta orang per tahun, sementara kebutuhan lapangan kerja mencapai 9 hingga 12 juta orang setiap tahunnya.

“Ketimpangan ini mendorong banyak tenaga kerja masuk ke sektor informal dengan tingkat perlindungan yang masih terbatas. Sekitar 67 persen pengangguran berasal dari kelompok usia muda,” ujarnya.

Anthony juga menyoroti kondisi ekonomi Lampung yang menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tercatat sebesar 5,28 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,57 persen.

Menurutnya, kekuatan ekonomi Lampung masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi sekitar 26 persen terhadap perekonomian daerah. Sementara sektor industri pengolahan tumbuh 6,32 persen dan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi.

“Ini menunjukkan proses hilirisasi mulai berjalan. Tantangannya adalah bagaimana nilai tambah tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar,” kata dia.

Meski tingkat pengangguran terbuka Lampung pada Agustus 2025 tercatat 4,21 persen atau lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 4,85 persen, Anthony menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari birokrasi yang kompleks hingga meningkatnya biaya produksi dan melemahnya daya beli masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya peran APINDO sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan sekitar 60 persen lahan yang telah dimanfaatkan untuk berbagai komoditas unggulan seperti singkong, padi, jagung, nanas, pisang, lada, dan kakao. Bahkan sejumlah komoditas tersebut menjadi yang terbesar produksinya di Indonesia.

“Kami ingin meningkatkan produktivitas. Misalnya jagung yang saat ini rata-rata 5 ton per hektare bisa meningkat menjadi 7 sampai 8 ton. Di sinilah kami membutuhkan dukungan dunia usaha dan APINDO,” ujarnya.

Mirza menambahkan, Musprov APINDO tidak hanya menjadi agenda pemilihan ketua, tetapi juga momentum menyusun program kerja lima tahun ke depan yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan ekonomi Lampung.

“Kami ingin kemitraan yang lebih strategis dan mendalam antara pemerintah dan dunia usaha agar Lampung bisa maju lebih cepat,” tambahnya.

Ketua APINDO Lampung, Ary Meizary Alfian, menegaskan bahwa keberadaan APINDO harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan organisasi bukan hanya diukur dari prestasi yang dicapai, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan oleh dunia usaha bagi masyarakat Lampung secara keseluruhan,” tutupnya. (*)