• Jumat, 19 Juni 2026

Bagus Ramadhani, Alumni Teknokrat Sukses Jadi Guru Bersertifikasi dan Pendiri Rumah Cedera Olahraga

Jumat, 19 Juni 2026 - 09.05 WIB
22

Bagus Ramadhani, alumni Teknokrat sukses jadi guru bersertifikasi dan pendiri Rumah Cedera Olahraga. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Pringsewu – Kiprah alumni Universitas Teknokrat Indonesia kembali membuktikan kualitas lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu alumni Program Studi Pendidikan Olahraga, Bagus Ramadhani, S.Pd., sukses meniti karier sebagai guru bersertifikasi di SD Negeri 2 Margodadi, Kabupaten Pringsewu sekaligus mendirikan layanan kesehatan olahraga bernama Rumah Cedera Olahraga.

Keberhasilan Bagus menjadi bukti bahwa lulusan Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik, tetapi juga mampu berkembang sebagai praktisi profesional dan wirausahawan di bidang olahraga dan kesehatan.

Selain mengajar, Bagus aktif memberikan layanan sport massage, terapi pemulihan, penanganan cedera olahraga, stretching, hingga edukasi kebugaran bagi atlet maupun masyarakat umum. Melalui Rumah Cedera Olahraga yang didirikannya, ia berupaya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan olahraga yang profesional, edukatif, dan mudah diakses.

Perjalanan karier Bagus tidak terlepas dari pengalaman berharga yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dipercaya menjadi bagian dari tim pendukung Kontingen Lampung pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, yang memberinya kesempatan terlibat langsung dalam pelayanan atlet serta penanganan kebugaran dan pemulihan kondisi fisik atlet berprestasi.

Menurut Bagus, pengalaman akademik dan praktik lapangan yang diperolehnya selama kuliah menjadi modal utama dalam menjalankan profesinya saat ini.

"Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari Universitas Teknokrat Indonesia. Selama kuliah, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Bekal ilmu tersebut sangat membantu saya dalam menjalankan profesi sebagai guru sekaligus mengembangkan Rumah Cedera Olahraga," ujar Bagus.

Ia menambahkan bahwa berbagai mata kuliah seperti ilmu kepelatihan, fisiologi olahraga, anatomi, kebugaran jasmani, terapi olahraga, hingga sport massage menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya.

Keberhasilan Bagus mendapatkan apresiasi dari sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia. Ketua Program Studi Pendidikan Olahraga menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata kualitas lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja dan menciptakan peluang usaha berbasis kompetensi yang dimiliki.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., mengaku bangga atas prestasi yang diraih alumni Pendidikan Olahraga tersebut.

"Kami selalu mendorong mahasiswa untuk menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Keberhasilan Bagus Ramadhani menunjukkan bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu mengintegrasikan pendidikan, kesehatan olahraga, dan kewirausahaan menjadi sebuah karya yang berdampak," ujar Mahathir.

Menurutnya, kisah sukses Bagus merupakan implementasi nyata semangat Kampus Berdampak yang saat ini terus dikembangkan Universitas Teknokrat Indonesia, yakni menghasilkan lulusan yang mampu menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Keberhasilan Bagus juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui layanan kesehatan olahraga dan pencegahan cedera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kontribusinya sebagai guru bersertifikasi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha Rumah Cedera Olahraga yang membuka peluang ekonomi berbasis kompetensi profesional.

Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen mencetak mahasiswa terbaik melalui dukungan dosen-dosen terbaik, kurikulum berbasis industri, fasilitas pembelajaran modern, serta berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kisah inspiratif Bagus Ramadhani diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi siswa SMA/SMK yang ingin menjadi bagian dari kampus yang melahirkan lulusan berprestasi dan berdampak, pendaftaran mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dapat dilakukan melalui spmb.teknokrat.ac.id. Dengan semangat "Sang Juara", Universitas Teknokrat Indonesia terus mencetak generasi unggul yang siap bersaing dan berkarya untuk Indonesia. (*)

Editor : Erik Handoko