408.000 Lebih Kasus Kanker Baru di Indonesia per Tahun, Wagub Jihan Dorong Perkuat Pencegahan
Rapat Kerja Daerah YKI Cabang Koordinator Provinsi Lampung, di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Jumat (19/6/2026). Foto: Pemprov Lampung
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Berdasarkan
data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, Indonesia mencatat lebih dari
408.000 kasus kanker baru dengan angka kematian mencapai lebih dari
242.000 kasus per tahun.
Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Yayasan
Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Provinsi Lampung, mendorong penguatan
upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga pendampingan pasien kanker
melalui penyusunan program kerja yang terarah.
Pernyataan itu disampaikan Jihan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda)
YKI Cabang Koordinator Provinsi Lampung, di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor
Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Jumat (19/6/2026).
Jihan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mengawal upaya penanggulangan
kanker di daerah.
"Marilah kita bersama-sama menjalankan amanah yang telah dipercayakan
kepada kita, khususnya dalam mengawal upaya penanggulangan kanker di Provinsi
Lampung. Bersama mencegah kanker demi masa depan," ujar Jihan.
Menurut Jihan, Rakerda YKI menjadi momentum penting untuk merumuskan
langkah strategis yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan sekaligus
menyusun agenda kerja prioritas selama satu tahun mendatang.
"Saya berharap Rakerda pagi ini menjadi forum diskusi yang produktif,
tempat kita duduk bersama untuk merumuskan langkah-langkah yang akan
dilaksanakan dalam lima tahun ke depan, sekaligus menyusun agenda kerja yang
akan menjadi fokus pada satu tahun mendatang," ujarnya.
Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai keputusan dan
program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para
pejuang kanker di Provinsi Lampung.
Jihan menilai Rakerda memiliki arti penting karena kanker masih menjadi
salah satu masalah kesehatan utama yang membutuhkan perhatian dan penanganan
bersama.
"Kita perlu terus mengawal upaya penanggulangan kanker yang menjadi
salah satu penyebab utama kematian," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang
usia maupun latar belakang. Kondisi yang memprihatinkan, lanjutnya, masih
banyak masyarakat yang baru mengetahui penyakitnya dan datang berobat ketika sudah
berada pada stadium lanjut.
Karena itu, Jihan menekankan perlunya memperkuat peran pada aspek promotif,
preventif, edukatif, dan suportif.
"Melalui forum Rakerda ini, saya berharap kita dapat melahirkan
program-program kerja yang memperkuat upaya pencegahan, edukasi, pendampingan,
serta dukungan bagi para pasien dan penyintas kanker," ujarnya.
Jihan mengakui tantangan penanggulangan kanker ke depan tidak ringan.
Namun, ia optimistis tantangan tersebut dapat dihadapi dengan ketulusan dan
semangat pengabdian.
"Apa yang besar tidak selalu menjadi beban apabila dikerjakan dengan
hati dan dilandasi niat untuk memberikan manfaat bagi sesama," katanya.
Jihan juga mengajak seluruh pengurus dan anggota YKI untuk terus bekerja
dengan hati dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam
setiap program yang dirancang.
Ia menegaskan bahwa YKI merupakan organisasi sosial yang menjadi mitra
strategis pemerintah dalam upaya pengendalian kanker. Tugas yang diemban YKI,
menurutnya, sangat mulia, yakni mendorong pencegahan kanker melalui penerapan
gaya hidup sehat, mengajak masyarakat melakukan deteksi dini, serta mendampingi
para penyintas kanker selama proses pengobatan dan pemulihan.
Dalam Rakerda tersebut, Jihan menitipkan tiga harapan utama kepada seluruh
peserta.
Pertama, memperkuat gerakan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai berbagai jenis kanker yang sering
terjadi, pentingnya pola hidup sehat, upaya menghindari faktor risiko, serta
kemampuan mengenali tanda dan gejala awal kanker harus terus ditingkatkan.
Kedua, memperluas upaya deteksi dini melalui pendekatan jemput bola. Ia
menjelaskan bahwa pemerintah saat ini telah menghadirkan program Cek Kesehatan
Gratis (CKG), dan Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah prioritas dalam
pelaksanaannya.
"Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi kita untuk berkolaborasi
dan berkontribusi dalam kegiatan sosialisasi maupun pelaksanaan deteksi dini
kanker di berbagai wilayah," ujar Jihan.
Ia menambahkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait
berbagai program kesehatan yang dapat diintegrasikan dalam pelaksanaan CKG.
Ke depan, berbagai isu kesehatan seperti kanker, tuberkulosis, penyakit
jantung, stunting, dan penyakit lainnya dapat disosialisasikan secara
bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Ketiga, memperkuat sistem rujukan dan pendampingan pasien. Jihan
menginginkan YKI menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk memperoleh
informasi, dukungan, dan pendampingan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memahami
sistem rujukan BPJS Kesehatan maupun akses pelayanan ke rumah sakit rujukan
tipe B dan tipe A yang memiliki fasilitas penanganan kanker yang memadai.
"Kehadiran YKI diharapkan dapat membantu memberikan informasi dan
pendampingan sehingga proses pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dipahami
dan diakses," katanya.
Selain itu, Jihan menekankan pentingnya memfokuskan pada program-program
yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia juga mendorong penguatan sinergi antara
YKI Provinsi Lampung dengan YKI kabupaten/kota, komunitas masyarakat, dunia
akademik, media massa, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan
lainnya.
"Dengan semangat kebersamaan tersebut, saya yakin berbagai program
yang kita jalankan akan memberikan manfaat nyata dan menghasilkan dampak yang
positif bagi masyarakat Provinsi Lampung," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Sakit Hati Diputuskan, Pemuda Asal Lampung Selatan Sebar Video Syur Mantan
Jumat, 19 Juni 2026 -
Muhammad Ali Desak Sanksi Lebih Berat kepada Anggota DPRD Indra Feriza yang Tidur Saat Paripurna
Jumat, 19 Juni 2026 -
155 Dosen Tingkatkan Kompetensi Melalui Short Course di UIN RIL
Jumat, 19 Juni 2026 -
UIN Raden Intan Umumkan UKT Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pembayaran Ditutup 26 Juni 2026
Jumat, 19 Juni 2026








