Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Lampung Ajak Warga Beri Data secara Jujur
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjadi warga pertama yang didata oleh petugas BPS Provinsi Lampung dalam pelaksanaan sensus secara door-to-door, Senin (15/6/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Lampung resmi dimulai
pada Senin (15/6/2026). Kegiatan yang digelar sekali dalam 10 tahun ini
diharapkan mampu memotret kondisi riil perekonomian daerah sebagai dasar
penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menjadi warga pertama yang didata oleh petugas Badan Pusat
Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam pelaksanaan sensus secara door-to-door.
Dalam kesempatan
tersebut, Mirza mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan
memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.
"Alhamdulillah,
Sensus Ekonomi ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2016. Tentunya dalam 10
tahun ini sudah banyak perkembangan di Provinsi Lampung. Kita harus mendata dan
mencatat seluruh aktivitas ekonomi serta perubahan-perubahan yang terjadi
selama 10 tahun terakhir," ujar Mirza.
Menurutnya, data yang
dihasilkan dari sensus akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan berbagai
kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Ia juga memastikan data
yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk
kepentingan lain di luar kebutuhan statistik.
"Kita berharap
masyarakat ikut menyukseskan kegiatan ini dengan tidak menutupi data. Data yang
diberikan tidak terafiliasi dengan pihak mana pun dan kerahasiaannya dijamin.
Ini penting agar pemerintah dapat membuat kebijakan yang pro-rakyat, pro-pembangunan,
pro-pertumbuhan, pro-pendidikan, serta mendorong inklusivitas," katanya.
Mirza menegaskan,
pertumbuhan ekonomi yang diharapkan bukan hanya tinggi secara angka, tetapi
juga mampu dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kita ingin
pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Provinsi Lampung ke depan terus maju, baik,
dan subur, tetapi juga inklusif. Dampaknya harus dirasakan masyarakat dan mampu
membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Lampung," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS
Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi
momentum penting untuk memastikan seluruh pelaku usaha tercatat dalam basis
data nasional.
"Ini momentum 10
tahun sekali. Jangan sampai disia-siakan. Semua pelaku usaha harus tercatat, baik
yang memiliki tempat usaha tetap maupun usaha yang berada dalam lingkup rumah
tangga," ujarnya.
Ia menjelaskan, berbeda
dengan sensus sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi lengkap
karena mencakup seluruh jenis usaha, termasuk sektor pertanian.
Menurutnya, data yang
terkumpul nantinya akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi
Lampung, sektor-sektor yang produktif, sektor yang membutuhkan penguatan,
hingga sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
"Dari data itu akan
lahir kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan keadilan
sosial. Semua orang harus menjadi aktor pembangunan dan seluruh masyarakat juga
harus merasakan hasil pembangunan," katanya.
Untuk mendukung
pelaksanaan sensus, BPS Lampung menerjunkan 8.619 petugas lapangan non-organik
yang akan melakukan pendataan ke seluruh wilayah Lampung mulai 15 Juni hingga
31 Agustus 2026.
Ahmadriswan menegaskan
seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali menjadi sasaran pendataan. Pendekatan yang
digunakan disesuaikan dengan karakteristik usaha yang dijalankan masyarakat.
Bagi pelaku usaha yang
memiliki lokasi usaha tetap, pendataan dilakukan langsung di tempat usaha.
Sementara untuk usaha yang tidak memiliki lokasi permanen, petugas akan mendatangi
rumah tangga yang bersangkutan guna memastikan seluruh aktivitas ekonomi
tercatat secara akurat.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah
berharap tersedianya data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif
sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif serta mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung secara merata. (*)
Berita Lainnya
-
Pendaftaran SPMB SMA-SMK Negeri Lampung Dibuka Hari Ini, Tersedia 76.294 Kursi
Senin, 15 Juni 2026 -
Mahasiswa Demo di Kantor Pemprov dan DPRD Lampung, Ini Daftar Tuntutannya
Senin, 15 Juni 2026 -
Jelang Demo Mahasiswa, Akses Masuk Halaman Kantor DPRD dan Pemprov Lampung Dipasang Kawat Berduri
Senin, 15 Juni 2026 -
Rapat Pleno TPAKD Lampung 2026: Perluas Inklusi Keuangan, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 14 Juni 2026








