• Senin, 15 Juni 2026

KM Arof Tenggelam Diterjang Cuaca Buruk di Perairan Lampung Timur, Dua ABK Hilang

Senin, 15 Juni 2026 - 16.22 WIB
18

Tim Basarnas saat bersiap melakukan pencarian dua ABK yang hilang di Lampung Timur. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Kapal nelayan KM Arof dilaporkan tenggelam di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, setelah dihantam cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Akibat peristiwa tersebut, dua anak buah kapal (ABK) hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Minggu (14/6/2026) pukul 20.50 WIB dari pembina kapal KM Arof, Ridho Hafid.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal penangkap ikan berbahan kayu itu berangkat melaut pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dengan membawa enam orang ABK.

Saat berada di perairan Muara Kuala Penet, kapal tiba-tiba diterjang cuaca buruk yang menyebabkan kapal kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam.

"Enam ABK berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Empat orang berhasil diselamatkan nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua orang lainnya masih belum ditemukan," kata Deden dalam keterangannya, Senin (15/6/26).

Dua korban yang masih hilang diketahui bernama Suarna (45) dan Tarno (50) yang merupakan nahkoda kapal. Keduanya tercatat sebagai warga Cirebon, Jawa Barat.

Sementara empat ABK yang berhasil selamat masing-masing bernama Hendra alias Een, Sakri, Joni, dan Casdira.

Mendapat laporan tersebut, Basarnas Lampung langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Bakauheni menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Tim diberangkatkan pada Minggu malam sekitar pukul 21.10 WIB dengan menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), perahu karet, kendaraan operasional, alat komunikasi, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Deden menjelaskan, lokasi tenggelamnya kapal berada di perairan Muara Kuala Penet dengan jarak sekitar 58 mil laut dari Pos SAR Bakauheni.

"Hingga saat ini operasi pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan," ujarnya.

Basarnas Lampung juga mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan di laut akibat cuaca ekstrem. (*)