• Jumat, 12 Juni 2026

Antrean BBM Picu Kemacetan di Kembahang, Pertamina Tambah Stok di Lampung Barat

Jumat, 12 Juni 2026 - 16.36 WIB
32

Tampak antrean kendaraan di depan SPBU Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Menyusul terjadinya antrean panjang kendaraan yang sempat memicu kemacetan di ruas jalan nasional depan SPBU Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penyaluran BBM di Lampung Barat guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan BBM kepada masyarakat.

Menurut Rusminto, Pertamina telah melakukan penambahan stok atau buildup stock di sejumlah SPBU maupun Pertashop yang berada di wilayah Lampung Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga sejak operasional penyaluran dimulai setiap hari.

“Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penyaluran BBM di Lampung Barat. Kami telah melakukan buildup stok BBM di SPBU maupun Pertashop, memastikan ketersediaan stok saat operasional dimulai, serta mengoptimalkan fungsi marshaling di SPBU untuk membantu pengaturan antrean kendaraan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan lebih baik,” kata Rusminto dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pengoptimalan fungsi marshaling atau pengaturan kendaraan di area SPBU dilakukan untuk mengurangi kepadatan antrean yang berpotensi meluas hingga ke badan jalan. Dengan pengaturan yang lebih baik, kendaraan yang hendak melakukan pengisian BBM diharapkan dapat terlayani secara tertib dan lancar.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat antrean kendaraan di SPBU Kembahang sebelumnya sempat meluber hingga ke bahu jalan nasional. Kondisi itu menyebabkan ruang jalan menyempit dan memicu perlambatan arus lalu lintas karena kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas.

Pertamina juga memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi energi ke wilayah Lampung Barat. Selain berkoordinasi dengan aparat terkait, Pertamina turut menjalin komunikasi intensif dengan Integrated Terminal Panjang sebagai penyuplai BBM ke lembaga penyalur di daerah.

Rusminto mengatakan koordinasi tersebut bertujuan memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan dan tidak terjadi kendala dalam proses pengiriman ke SPBU maupun Pertashop yang melayani masyarakat.

Menurutnya, keandalan distribusi menjadi salah satu fokus utama Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi, khususnya di daerah yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi dan bergantung pada pasokan BBM untuk aktivitas ekonomi maupun transportasi.

Selain memastikan pasokan tetap aman, Pertamina juga terus melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi penyaluran BBM di lapangan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Lampung, termasuk Kabupaten Lampung Barat. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pertamina menilai pembelian sesuai kebutuhan akan membantu menjaga distribusi dan pelayanan tetap berjalan optimal di seluruh SPBU.

Pertamina juga mengimbau konsumen untuk menggunakan BBM sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi energi dapat tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata. (*)