• Senin, 08 Juni 2026

Peringati HUT ke-89 Metro, GML Aksi Tanam Pohon dan Grebek Sampah

Senin, 08 Juni 2026 - 13.54 WIB
40

Sejumlah pengurus dan anggota GML Kota Metro beserta aktivis lingkungan dari pesantren Bank Sampah saat melakukan penanaman pohon di wilayah Metro Utara, Senin (8/6/2026). Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Gerakan Masyarakat Lokal Indonesia (GML) Kota Metro memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro dengan menggelar aksi penanaman pohon dan grebek sampah di wilayah Kelurahan Banjarsari dan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan relawan dan penggerak Pesantren Bank Sampah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mencegah banjir, erosi, dan kerusakan kawasan bantaran sungai serta saluran irigasi.

Ketua GML Kota Metro, Slamet Riadi, mengatakan pihaknya menanam sebanyak 89 batang pohon sebagai simbol usia Kota Metro yang ke-89. Pohon yang ditanam terdiri dari jenis alpukat, mahoni, dan ketapang yang dinilai memiliki manfaat ekologis dan mampu menambah ruang terbuka hijau.

"Momentum ulang tahun Kota Metro harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu kami memilih melakukan penghijauan dan aksi bersih sampah sebagai kontribusi nyata bagi kota ini," kata Slamet.

Menurutnya, kawasan yang menjadi lokasi penanaman masih minim pepohonan sehingga perlu dilakukan penghijauan. Keberadaan pohon dinilai penting untuk memperkuat struktur tanah, mengurangi risiko erosi, serta membantu menahan aliran air saat musim hujan.

Slamet menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar menanam pohon dalam jumlah tertentu, tetapi memastikan pohon yang ditanam dapat dirawat dan tumbuh hingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Kami berharap pohon yang ditanam hari ini menjadi investasi lingkungan untuk masa depan dan menjadikan Kota Metro lebih hijau, sejuk, dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Lingkungan Hidup GML Metro, Ali Sodiq, mengatakan bibit pohon yang digunakan berasal dari bantuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro serta partisipasi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

"Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, setelah ditanam, pohon-pohon ini harus dirawat agar benar-benar memberikan manfaat bagi anak cucu kita di masa depan," tandasnya. (*)

Editor : Erik Handoko