Pemprov Lampung Tanggung Biaya Pendidikan 80 Siswa SMA Siger
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico saat meninjau SMA Arjuna Bandar Lampung, Senin (8/6/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan keberlanjutan
pendidikan 80 siswa SMA Siger Bandar Lampung. Para siswa yang kini mengikuti
proses belajar di enam sekolah swasta tetap mendapatkan pendampingan penuh,
termasuk jaminan dukungan biaya pendidikan dari pemerintah.
Komitmen tersebut
ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung,
Thomas Amirico, saat meninjau pelaksanaan ujian kenaikan kelas siswa SMA Siger
di SMA Arjuna dan SMA Bina Mulia, Senin (8/6/2026).
Thomas menjelaskan,
seluruh siswa SMA Siger saat ini telah tersebar di enam sekolah swasta yang
ditunjuk oleh Pemprov Lampung, yakni SMA Arjuna, SMA Bina Mulia, SMA Assafina,
SMA Islamiyah, SMA Pangudi Luhur, dan SMA Budaya. Pada hari yang sama, seluruh
sekolah tersebut secara serentak melaksanakan ujian kenaikan kelas.
"Hari ini semua
sekolah melaksanakan ujian kenaikan kelas. Sebanyak 80 siswa sudah berada di
ruang kelas mengikuti ujian. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar dan
siswa merasa nyaman belajar di sekolah masing-masing," kata Thomas.
Menurutnya, Pemprov
Lampung berkomitmen memastikan para siswa dapat menyelesaikan pendidikan
menengah atas hingga lulus. Selain itu, pemerintah juga mendorong agar para
siswa dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun meniti karier
sesuai cita-cita mereka.
Ia menegaskan bahwa
persoalan biaya pendidikan tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk
memperoleh hak belajar. Karena itu, Pemprov Lampung siap menanggung kebutuhan
biaya pendidikan para siswa dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota
Bandar Lampung untuk menentukan skema dukungan yang paling tepat.
"Jangan sampai
persoalan biaya menjadi beban bagi orang tua maupun siswa. Tugas mereka adalah
belajar, sedangkan pemerintah akan berupaya memberikan dukungan semaksimal
mungkin agar pendidikan mereka tetap berjalan," tegasnya.
Thomas menambahkan,
penempatan siswa di enam sekolah swasta dilakukan dengan mempertimbangkan
domisili masing-masing siswa. Langkah tersebut bertujuan memudahkan akses
pendidikan sekaligus mengurangi kendala transportasi dan jarak tempuh.
Di sisi lain, kebijakan
ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan sekolah
swasta di Bandar Lampung. Dengan sistem penerimaan peserta didik yang kini
berbasis tes akademik, sekolah swasta dinilai memiliki peluang lebih besar
menjadi pilihan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.
"Harapannya sekolah swasta di Bandar
Lampung dapat terus berkembang dan menjadi alternatif pendidikan yang
berkualitas bagi masyarakat," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Direktur CV Anugerah Langkah Sejahtera YAP Jadi Tersangka Penimbunan MinyaKita di Bandar Lampung
Senin, 08 Juni 2026 -
Bersaing Ketat, 21 Ribu Peserta Berebut 12 Ribu Kursi SMA Unggul di Lampung
Senin, 08 Juni 2026 -
BULOG Lampung Salurkan 5.443 Ton Beras SPHP Jaga Stabilitas Harga
Minggu, 07 Juni 2026 -
Sembilan Jamaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci
Minggu, 07 Juni 2026








