• Senin, 08 Juni 2026

Pemkot Metro Jual Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau di Tiga Lokasi, Catat Jadwalnya

Senin, 08 Juni 2026 - 11.12 WIB
314

Wakil Walikota Metro, M. Rafieq Adi Pradana saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (8/6/2026). Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di tiga titik strategis sepanjang Juni 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Wakil Walikota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan pasar murah yang bersifat seremonial, melainkan langkah konkret pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

"Ini bukan kegiatan seremonial. Ini upaya nyata agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, dan sesuai kebutuhan rumah tangga," kata Rafieq, Senin (8/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menyediakan tiga komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, yakni beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir. Ketiga komoditas tersebut dipilih karena memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Rafieq, gejolak harga pangan tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga memengaruhi pelaku usaha kecil, pedagang, hingga pekerja harian yang mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Ketika harga beras, minyak goreng, dan gula naik, yang paling terdampak adalah masyarakat yang mengatur belanja hariannya secara ketat. Karena itu, setiap kebijakan pengendalian inflasi harus bermuara pada perlindungan masyarakat," ujarnya.

Program penetrasi pasar akan dilaksanakan di Pasar Tejo Agung pada 9-10 Juni 2026, Pasar Margorejo pada 17-18 Juni 2026, serta Pasar Cenderawasih pada 23-24 Juni 2026.

Seluruh kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pemilihan lokasi yang berbeda dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata oleh warga di berbagai wilayah Kota Metro.

Rafieq menjelaskan, langkah tersebut juga menjadi respons atas kondisi inflasi Kota Metro yang pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,81 persen secara tahunan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,41. Meski masih berada dalam rentang terkendali, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif agar gejolak harga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

"Pengendalian inflasi tidak cukup dibahas di ruang rapat. Pemerintah harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan harga tetap terjangkau dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," tegasnya.

Gerakan Penetrasi Pasar merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang dilaksanakan secara serentak di Provinsi Lampung melalui kolaborasi pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Melalui program ini, pemerintah berharap distribusi pangan tetap lancar, stok terjaga, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Rafieq juga mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di tengah masyarakat. (*)

Editor : Erik Handoko