Pemkot Metro Jual Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau di Tiga Lokasi, Catat Jadwalnya
Wakil Walikota Metro, M. Rafieq Adi Pradana saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (8/6/2026). Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan menggelar
Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di tiga titik strategis sepanjang Juni 2026
sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah
potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Wakil Walikota Metro, M.
Rafieq Adi Pradana, menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan pasar
murah yang bersifat seremonial, melainkan langkah konkret pemerintah dalam memastikan
masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Ini bukan kegiatan
seremonial. Ini upaya nyata agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok
dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, dan sesuai kebutuhan rumah
tangga," kata Rafieq, Senin (8/6/2026).
Dalam pelaksanaannya,
pemerintah akan menyediakan tiga komoditas utama yang menjadi kebutuhan
sehari-hari masyarakat, yakni beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir. Ketiga
komoditas tersebut dipilih karena memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran
rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Rafieq, gejolak
harga pangan tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga memengaruhi
pelaku usaha kecil, pedagang, hingga pekerja harian yang mengandalkan
pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Ketika harga beras,
minyak goreng, dan gula naik, yang paling terdampak adalah masyarakat yang
mengatur belanja hariannya secara ketat. Karena itu, setiap kebijakan
pengendalian inflasi harus bermuara pada perlindungan masyarakat,"
ujarnya.
Program penetrasi pasar
akan dilaksanakan di Pasar Tejo Agung pada 9-10 Juni 2026, Pasar Margorejo pada
17-18 Juni 2026, serta Pasar Cenderawasih pada 23-24 Juni 2026.
Seluruh kegiatan dimulai
pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pemilihan lokasi yang berbeda dilakukan agar
manfaat program dapat dirasakan lebih merata oleh warga di berbagai wilayah
Kota Metro.
Rafieq menjelaskan,
langkah tersebut juga menjadi respons atas kondisi inflasi Kota Metro yang pada
Mei 2026 tercatat sebesar 2,81 persen secara tahunan dengan Indeks Harga
Konsumen (IHK) mencapai 110,41. Meski masih berada dalam rentang terkendali,
pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif agar gejolak harga tidak
berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
"Pengendalian
inflasi tidak cukup dibahas di ruang rapat. Pemerintah harus hadir langsung di
lapangan untuk memastikan harga tetap terjangkau dan kebutuhan masyarakat
terpenuhi," tegasnya.
Gerakan Penetrasi Pasar
merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang dilaksanakan secara
serentak di Provinsi Lampung melalui kolaborasi pemerintah daerah, Bulog, Bank
Indonesia, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Melalui program ini,
pemerintah berharap distribusi pangan tetap lancar, stok terjaga, dan
masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Rafieq juga mengajak masyarakat memanfaatkan
program tersebut secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan dan tidak
melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas
harga tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada
kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di tengah
masyarakat. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Minta Pemkot Metro Siapkan Rp3 Miliar untuk Benahi TPAS Karangrejo
Senin, 08 Juni 2026 -
Peringati Hari Lanjut Usia, Ini Pesan Kesehatan dr. Wahdi Siradjuddin untuk Lansia
Senin, 08 Juni 2026 -
Peringati HUT ke-89 Metro, GML Aksi Tanam Pohon dan Grebek Sampah
Senin, 08 Juni 2026 -
Ancaman Lingkungan Mengintai, Rafieq Dorong Percepatan Pembenahan TPAS Karangrejo
Minggu, 07 Juni 2026








