• Senin, 08 Juni 2026

Mobil Pengedar Narkoba di Way Kanan Tabrak Kendaraan Polisi saat Akan Ditangkap

Senin, 08 Juni 2026 - 11.51 WIB
36

Tangkapan layar video peristiwa mobil patroli polisi ditabrak kendaraan yang diduga digunakan pelaku jaringan narkoba. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Way Kanan - Satu unit mobil patroli polisi ditabrak kendaraan yang diduga digunakan pelaku jaringan narkoba saat proses pengadangan di Kabupaten Way Kanan. Akibat insiden itu, Kapolsek Baradatu AKP Sunaryo terpental sekitar satu meter.

Peristiwa itu terjadi saat personel Polres Way Kanan melakukan upaya penyekatan terhadap kendaraan Daihatsu Terios warna hitam yang diduga terkait kasus peredaran narkotika. 

Dalam video yang beredar, penangkapan berjalan dramatis saat mobil pelaku nekat menerobos barikade polisi.

Kapolres Way Kanan, AKBP Didik Kurnianto mengatakan, penghadangan dilakukan setelah Satresnarkoba Polres Way Kanan meminta bantuan Polsek Baradatu untuk menghentikan kendaraan yang dicurigai membawa pelaku narkoba.

"Mobil patroli diposisikan melintang di Jalan Lintas Sumatera, tepat di depan Mapolsek Baradatu. Namun kendaraan tersebut tetap menerobos dan menabrak bagian belakang mobil patroli," kata Didik, dikutip detik.com, Minggu (7/6/2026).

Saat kejadian, AKP Sunaryo berada di samping kendaraan patroli. Benturan keras membuat mobil polisi terdorong hingga AKP Sunaryo ikut terpental sekitar satu meter.

Meski berhasil melarikan diri, pelaku meninggalkan kendaraan yang digunakan. Polisi kemudian mengamankan Daihatsu Terios tersebut sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Didik menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Way Kanan.

"Ini merupakan komitmen kami dalam mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sekaligus menindaklanjuti arahan Kapolda Lampung untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Ia menjelaskan upaya penangkapan yang dilakukan terhadap pemilik mobil Terios tersebut hasil dari pengembangan 3 pelaku lainnya yang telah ditangkap.

"Benar, itu pengembangan. Ada 3 orang yang terlebih dahulu kami amankan," pungkasnya. (*)

Editor : Erik Handoko