• Jumat, 05 Juni 2026

Polisi Dilempari Batu Saat Hendak Tangkap Pelaku Begal di Pesta Pernikahan Lampung Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 - 13.16 WIB
32

Cuplikan video yang viral memperlihatkan sejumlah warga menghalangi Polisi yang akan menangkap terduga pelaku Begal di sebuah pernikahan di Lampung Tengah. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Polisi dihalangi massa saat hendak menangkap pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus begal di Kabupaten Lampung Tengah. Bahkan, polisi sempat dilempari batu saat hendak meringkus pelaku saat berada di lokasi pesta pernikahan.

Kejadian tersebut berlangsung di sebuah pesta pernikahan di Gang Seruni, Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Selasa (2/6/2026). Kericuhan tersebut terekam video dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga mengerumuni polisi yang hendak melakukan penangkapan terhadap pelaku begal. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong di tengah keramaian pesta.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, membenarkan adanya upaya penangkapan terhadap seorang DPO kasus begal yang telah lama diburu polisi.

"Pelaku merupakan residivis kasus begal yang sudah lama menjadi target pencarian. Saat anggota mendapatkan informasi keberadaannya di lokasi tersebut, petugas langsung bergerak untuk melakukan penangkapan," kata Charles dikutip Detik.com, Kamis (4/6/2026).

Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus. Menurut Charles, sejumlah warga bersama keluarga pelaku justru menghalangi petugas yang sedang menjalankan tugas.

"Ada masyarakat yang menghalangi proses penangkapan. Bahkan anggota diserang dengan lemparan batu dan kursi sehingga pelaku berhasil melarikan diri," ujarnya.

Akibatnya, beberapa anggota kepolisian mengalami luka akibat terkena lemparan benda keras.

Charles menjelaskan, DPO yang hendak ditangkap itu merupakan tersangka kasus begal bersenjata tajam. Polisi telah mengantongi bukti keterlibatan pelaku, termasuk rekaman CCTV yang memperkuat penyidikan.

"Pelaku melakukan aksinya menggunakan senjata tajam. Bukti CCTV sudah ada dan yang bersangkutan memang sudah lama kami cari," jelasnya.

Meski sempat dikepung petugas, pelaku akhirnya kabur memanfaatkan situasi ricuh yang terjadi di lokasi hajatan. (*)