Anggaran MBG Dipangkas, Satgas Lampung Pastikan Penerima Manfaat Tetap Aman
Ketua Satua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul. Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah pusat memangkas
alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari semula Rp335 triliun
menjadi Rp268 triliun.
Meski demikian, Ketua Satua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menilai kebijakan tersebut tidak akan berdampak pada penerima manfaat yang saat ini sudah terlayani.
Menurut Saipul, pengurangan anggaran kemungkinan lebih berpengaruh terhadap rencana pembentukan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, bukan pada operasional dapur yang telah berjalan dan melayani masyarakat.
"Kalau sudah ada dapur dan sudah ada penerima manfaatnya, rasanya tidak mungkin kemudian ada yang tidak menerima hanya karena ada pemangkasan anggaran. Itu kan agak janggal. Saya kira arah kebijakannya lebih kepada penataan dan evaluasi pembangunan dapur baru," kata dia saat dimintai keterangan, Jum'at (5/6/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah juga tengah melakukan penyesuaian kapasitas dapur MBG. Jika sebelumnya terdapat dapur yang melayani hingga 3.500 sampai 3.700 penerima manfaat, kini kapasitas tersebut harus dipecah menjadi lebih kecil.
Menurut ketentuan terbaru, satu dapur idealnya melayani maksimal 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat. Kapasitas 3.000 penerima manfaat hanya diperbolehkan bagi dapur yang memiliki tenaga juru masak bersertifikat dalam jumlah yang memadai.
"Kalau memiliki juru masak bersertifikat, masih bisa melayani sampai 3.000 penerima manfaat. Tetapi jika tidak memiliki tenaga yang memenuhi syarat, kapasitasnya hanya sekitar 2.000 sampai 2.500 penerima manfaat," ujarnya.
Dengan adanya pembatasan tersebut, dapur-dapur yang sebelumnya melayani lebih dari 3.500 penerima manfaat harus dibagi atau dipecah. Kondisi ini berpotensi memunculkan kebutuhan pembentukan dapur baru di sejumlah wilayah.
Meski demikian, Saipul menilai pemerintah perlu lebih dahulu melakukan evaluasi terhadap dapur yang sudah ada sebelum memperluas pembangunan fasilitas baru.
"Menurut saya yang perlu dilakukan sekarang adalah menata dan mengevaluasi dapur yang sudah berjalan. Setelah itu baru melihat kebutuhan pengembangan berikutnya," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dampak pemangkasan anggaran MBG tidak hanya dirasakan di Lampung, melainkan berlaku secara nasional.
Namun, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa pengurangan anggaran tersebut akan mengurangi jumlah penerima manfaat yang sudah terdaftar dalam program. (*)
Berita Lainnya
-
6.069 Masyarakat Lampung Menderita TBC, Wagub Sebut Angka Temuan Masih Rendah
Jumat, 05 Juni 2026 -
Empat Perlintasan Sebidang di Lampung Akan Dibangun Pemerintah Pusat
Jumat, 05 Juni 2026 -
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Raih Terbaik 5 Duta Bahasa Lampung 2026
Jumat, 05 Juni 2026 -
Pemkot Bandar Lampung Tetap Tanggung Biaya 102 Siswa SMA Siger yang Dipindahkan
Jumat, 05 Juni 2026








