• Kamis, 04 Juni 2026

‎Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Warga Bandar Lampung Ramai Tukarkan Valas di Money Changer

Kamis, 04 Juni 2026 - 19.58 WIB
72

‎Suasana Tailer Money Changer yang berada di Jalan Kartini Nomor 99, Bandar Lampung.Kamis (4/6/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian publik setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

‎Berdasarkan data pasar pada Kamis (4/6/2026), kurs USD/IDR tercatat berada di kisaran Rp18.032 per dolar AS, menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam sejarah perdagangan.

‎Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas penukaran valuta asing (valas) di sejumlah money changer di Kota Bandar Lampung. Salah satunya di Tailer Money Changer yang berada di Jalan Kartini Nomor 99, Bandar Lampung.

‎Ayu, petugas Tailer Money Changer, mengatakan saat ini kurs dolar AS yang dijual kepada masyarakat berada di kisaran Rp18 ribuan per dolar.

‎"Kalau beli dalam 1 dolar itu sekitar Rp18 ribuan untuk saat ini," kata Ayu.

‎Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar membuat masyarakat cukup antusias melakukan transaksi penukaran uang asing. Namun, jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, volume transaksi masih relatif stabil karena kurs dolar memang telah berada di level Rp18.000.

‎"Dengan tingginya nilai itu masyarakat lumayan banyak yang jual. Penjualannya masih stabil kalau dibandingkan kemarin, karena kemarin juga kursnya sudah Rp18 ribu," ujarnya.

‎Dalam menentukan kurs jual dan kurs beli, pihak money changer mengacu pada pergerakan nilai tukar di pasar internasional serta kurs yang berlaku di perbankan.

Selisih antara kurs jual dan kurs beli juga menjadi bagian dari mekanisme usaha untuk menutup biaya operasional dan risiko fluktuasi nilai tukar.

‎Ia mengungkapkan, dolar AS masih menjadi mata uang asing yang paling banyak ditransaksikan dibandingkan mata uang negara lainnya.

‎"Mata uang asing yang lebih banyak dijual maupun dibeli itu dolar daripada mata uang lainnya," jelasnya.

‎Adapun tujuan masyarakat menukarkan maupun membeli dolar beragam, mulai dari kebutuhan investasi, tabungan, hingga persiapan perjalanan ke luar negeri.

‎"Biasanya untuk disimpan atau investasi, dan juga untuk jalan-jalan," tambah Ayu.

‎Sementara itu, salah seorang warga, Dwi, mengaku sengaja menukarkan dolar AS yang dimilikinya karena nilai tukarnya sedang tinggi.

‎"Kebetulan kakak saya baru pulang dari Amerika dan dikasih satu lembar 100 dolar, jadi saya tukarkan ke rupiah. Mumpung lagi tinggi juga nilainya," kata Dwi. (*)