• Rabu, 03 Juni 2026

Penerbangan Internasional Lampung Berlanjut, Rute Kuala Lumpur Ditarget Beroperasi Juli 2026

Rabu, 03 Juni 2026 - 16.20 WIB
16

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo saat dimintai keterangan, Rabu (3/6/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kelanjutan penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II Lampung mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Pemerintah Provinsi Lampung memastikan upaya menghadirkan kembali penerbangan internasional secara reguler terus berjalan melalui kerja sama dengan sejumlah maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Baraya yang sebelumnya mengoperasikan penerbangan internasional tujuan Kuala Lumpur, Malaysia.

Dari hasil koordinasi tersebut, PT Baraya dikabarkan telah menjalin kerja sama dengan AeroHajj, perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan penerbangan internasional dari Lampung, khususnya untuk melayani kebutuhan jamaah umrah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PT Baraya yang kemarin melaksanakan penerbangan ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah, informasi terbaru mereka sudah bekerja sama dengan AeroHajj yang bergerak di bidang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Jadi sementara program penerbangan langsung masih terus berjalan dan nantinya penerbangan umrah dari Lampung bisa memanfaatkan layanan AeroHajj," kata Bambang saat dimintai keterangan, Rabu (3/6/2026).

Selain itu, Bambang mengungkapkan bahwa komitmen maskapai TransNusa untuk membuka rute internasional dari Lampung juga masih terus berlanjut.

Sebelumnya, jajaran direksi TransNusa telah melakukan kunjungan ke Lampung guna membahas pengembangan rute penerbangan tersebut.

Menurutnya, TransNusa berencana mengoperasikan penerbangan internasional rute Kuala Lumpur–Lampung–Kuala Lumpur dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.

Namun, apabila kondisi pasar belum memungkinkan, frekuensi penerbangan minimal akan dilakukan dua kali setiap minggu.

"Direktur TransNusa sudah datang ke Lampung dan mereka masih konsisten dengan rencana tersebut. Seminggu tiga kali penerbangan, atau minimal dua kali. Mereka memiliki rute Jakarta-Kuala Lumpur yang nantinya akan diarahkan terlebih dahulu ke Lampung. Jadi rutenya Kuala Lumpur-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur," ujarnya.

Bambang menjelaskan bahwa penerbangan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah umrah, tetapi juga melayani masyarakat umum, wisatawan, pelaku bisnis, maupun penumpang lainnya yang membutuhkan akses penerbangan internasional langsung dari Lampung.

Menurutnya, kapasitas penerbangan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat permintaan masyarakat. Jika animo masyarakat meningkat, bukan tidak mungkin frekuensi penerbangan akan ditambah di masa mendatang.

"Ini bukan hanya untuk jamaah umrah. Semua penumpang bisa menggunakan penerbangan tersebut, baik untuk wisata, bisnis maupun kebutuhan lainnya. Kalau permintaannya meningkat tentu bisa dilakukan penambahan penerbangan," jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa AeroHajj telah menjalin kerja sama dengan sejumlah maskapai internasional besar, di antaranya Saudi Arabian Airlines, Qatar Airways, dan Malaysia Airlines.

Kerja sama tersebut menjadi modal penting dalam mendukung konektivitas penerbangan umrah dan internasional dari Lampung.

Ia menyebut operasional penerbangan yang didukung AeroHajj diperkirakan mulai berjalan pada awal Juli 2026, sementara penerbangan reguler tujuan Kuala Lumpur melalui kerja sama dengan TransNusa ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan hingga akhir Juli 2026.

"Untuk AeroHajj, informasinya mulai berjalan sekitar 6 Juli atau awal bulan. Sedangkan penerbangan ke Malaysia insyaallah mulai pertengahan atau akhir Juli," katanya.

Dengan perkembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional dapat semakin dimaksimalkan. (*)