• Kamis, 28 Mei 2026

Terjerat Utang, Orang Tua Tinggalkan Bayi Prematur di Panti Asuhan Lamteng dengan Surat Pilu

Kamis, 28 Mei 2026 - 14.29 WIB
26

Terjerat Utang, Orang Tua Tinggalkan Bayi Prematur di Panti Asuhan Lamteng dengan Surat Pilu. Foto: Dok.Warga

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Warga Dusun Sri Rahayu I, Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di teras Panti Asuhan Yayasan Syarif Hidayatullah Almubarok, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Bayi mungil itu ditemukan terbaring di atas bangku kayu dengan tubuh dibalut selimut kain.

Di samping bayi tersebut, terdapat sebuah kantong plastik putih berisi pakaian dan perlengkapan mandi bayi. Namun, perhatian warga langsung tertuju pada secarik surat tulisan tangan yang diselipkan di antara perlengkapan tersebut.

Isi surat itu menyimpan kisah pilu tentang himpitan ekonomi yang dialami keluarga sang bayi.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, bayi itu langsung dievakuasi oleh pamong desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas ke Puskesmas Kotagajah guna mendapatkan pemeriksaan medis dan perawatan intensif.

Dari surat yang ditemukan, bayi tersebut diketahui bernama Muhammad Denish Arkana, meski dalam tulisan tangan orang tuanya tertulis Denish Arwana.

Bayi itu lahir prematur pada 20 Maret 2026 saat usia kandungan baru menginjak 34 minggu. Kondisinya yang masih rentan membuat orang tua bayi menuliskan pesan khusus agar sang bayi tidak dimandikan terlebih dahulu hingga Juli atau Agustus mendatang.

"Saat diperiksa, kondisi bayi dinyatakan sehat dengan berat badan 1,7 kilogram, panjang badan 44 sentimeter, lingkar kepala 33 sentimeter, dan lingkar dada 29,5 sentimeter,” ujar Charles, dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Dalam surat tersebut, orang tua Denish mengungkap alasan mereka menitipkan buah hati ke panti asuhan. Mereka mengaku sedang terjerat utang setelah harus mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan nenek Denish yang meninggal dunia akibat stroke dua pekan sebelumnya.

Demi membayar biaya medis dan terapi, mereka sampai meminjam uang ke bank hingga usaha yang dimiliki kehabisan modal.

Himpitan ekonomi itu membuat pasangan tersebut mengambil keputusan berat. Mereka mengaku terpaksa meninggalkan Denish di panti asuhan agar bisa pergi bekerja ke luar kota demi melunasi utang dan memperbaiki kondisi keuangan keluarga.

Meski demikian, mereka menegaskan tidak berniat membuang anak mereka selamanya.

"Kami tidak ingin dianggap orang tua yang tidak bertanggung jawab,” demikian kutipan isi surat tersebut.

Orang tua Denish juga berjanji akan kembali menjemput sang anak apabila persoalan utang mereka selesai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan kedua orang tua bayi tersebut, sembari memastikan Denish mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak. (*)