• Selasa, 02 Juni 2026

Irjen Helmy Santika Hadiri Doa 40 Hari Anggota yang Gugur Aipda Septa

Rabu, 27 Mei 2026 - 13.31 WIB
13

Mantan Kapolda Lampung, Helmy Santika, saat menghadiri 40 hari wafatnya Aipda Septa Duipa. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Suasana haru dan khidmat menyelimuti rumah duka Aipda Septa Duipa di Jalan Mataram, Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Jumat (29/5/2026) malam. Keluarga, kerabat, anggota kepolisian, hingga masyarakat berkumpul dalam doa bersama memperingati 40 hari wafatnya anggota Direktorat Narkoba Polda Lampung tersebut.

Di tengah para jemaah, hadir mantan Kapolda Lampung, Helmy Santika, yang kini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri. Tanpa protokoler berlebihan, jenderal bintang dua itu tampak duduk bersama keluarga dan warga yang hadir untuk mendoakan almarhum.

Kehadiran Irjen Helmy menjadi perhatian sekaligus menghadirkan rasa haru bagi keluarga besar almarhum. Sebab, perhatian dan dukungannya kepada Aipda Septa ternyata telah terjalin sejak awal musibah yang menimpa anggota polisi tersebut saat menjalankan tugas negara.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Irjen Pol Helmy Santika yang telah ikhlas melangkahkan kaki dan meluangkan waktunya untuk bersama-sama mendoakan almarhum adik kami,” ujar Joharuddin, perwakilan keluarga besar almarhum.

Hal senada disampaikan istri almarhum, Mella Septa Duipa. Ia mengaku terharu karena Irjen Helmy tetap memberikan perhatian kepada keluarganya meski sudah tidak lagi bertugas di Lampung.

“Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Irjen Helmy Santika yang sudah menyempatkan diri hadir di 40 hari meninggalnya almarhum Septa Duipa. Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami dan keluarga,” kata Mella.

Bagi keluarga, kehadiran mantan Kapolda Lampung itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan simbol bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak pernah dilupakan.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Helmy mengenang Aipda Septa sebagai sosok anggota yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan keberanian. Ia masih mengingat bagaimana almarhum tetap berada di garis depan dalam upaya mencegah peredaran narkoba di Lampung hingga akhirnya mengalami musibah saat bertugas.

“Kami kehilangan anggota terbaik yang gugur dalam pengabdian. Apa yang dilakukan almarhum adalah bentuk nyata keberanian dan loyalitas seorang Bhayangkara dalam menjaga masyarakat,” ujar Helmy.

Ia menegaskan, kehadirannya bukan hanya untuk mendoakan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tandasnya.

Malam itu, doa-doa dipanjatkan bukan hanya untuk almarhum Aipda Septa Duipa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang Bhayangkara akan selalu dikenang, bahkan setelah tugasnya usai.

Diketahui sebelumnya, Aipda Septa Duipa mengalami musibah saat menjalankan tugas negara pada Februari 2024 lalu. Saat itu, ia bersama anggota lainnya melakukan pemeriksaan kendaraan dalam operasi pencegahan masuknya narkoba di Gerbang Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Namun nahas, sebuah bus yang mengalami rem blong menghantam sejumlah kendaraan di lokasi pemeriksaan hingga menyebabkan Septa mengalami luka berat.

Peristiwa tersebut sempat menyita perhatian publik. Saat masih menjabat Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika bahkan turun langsung memantau kondisi Septa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kala itu, Helmy menyebut Septa sebagai “pahlawan” karena mengalami musibah ketika sedang bertugas melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

“Pahlawan karena ia tertimpa musibah tepat saat berjuang melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujar Helmy saat itu.

Tak hanya memastikan Septa mendapatkan penanganan medis terbaik, Irjen Helmy bersama istrinya, Ny. Lurie Helmy Santika, juga beberapa kali memberikan dukungan moril kepada keluarga.

Perhatian tersebut membekas mendalam bagi keluarga. Bahkan, Mella sempat mengungkapkan rasa harunya melalui media sosial ketika sang suami masih menjalani perawatan.

“Ami suka bercanda denganmu agar kamu semangat sembuh. Beruntung kamu dikunjungi jenderal,” tulisnya kala itu.

Namun perjuangan panjang Aipda Septa akhirnya terhenti. Ia mengembuskan napas terakhir pada 19 April 2026 dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta rekan-rekannya di kepolisian. (*)