• Sabtu, 23 Mei 2026

Kisah Inspiratif Pangdam XXI/Radin Inten Lampung Kristomei, Anak Kampung dari Lampung Utara Hingga Menjadi Mayor Jenderal TNI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10.00 WIB
78

Ketua Umum Kerabat Lampung, Donald Harris Sihotang bersama Pangdam XXI/Radin Inten Lampung Kristomei Sianturi, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol Indra Napitupulu, perwakilan Gubernur Lampung Ir. Yanyan Ruchyansyah, serta Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli Aritonang dalam acara Gala Dinner dan Malam Keakraban tokoh-tokoh masyarakat Batak Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Jumat (22/05/2026) malam. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Gala Dinner dan Malam Keakraban tokoh-tokoh masyarakat Batak Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Jumat (22/05/2026) malam.

Di hadapan ratusan tokoh masyarakat Batak dari berbagai latar belakang profesi, Kristomei Sianturi membagikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya hingga dipercaya menjadi Pangdam XXI/Radin Inten Lampung.

Dengan gaya sederhana dan penuh ketulusan, jenderal bintang dua lulusan Akademi Militer angkatan 1997 itu mengenang masa kecilnya di Kabupaten Lampung Utara.

“Dulu saya ini anak kampung di Lampung Utara. Ayah saya hanya seorang wiraswasta, ibu saya seorang guru. Saya tidak pernah bermimpi bisa menjadi seorang Mayor Jenderal,” ujar Kristomei disambut tepuk tangan para hadirin.

Ia menceritakan bagaimana kehidupan masa kecilnya penuh kesederhanaan. Bahkan untuk belajar berenang, dirinya tidak menikmati fasilitas kolam renang seperti anak-anak saat ini.

“Kami dulu berenang di kali. Di Lampung Utara waktu itu belum ada kolam renang. Semua dijalani dengan sederhana,” kenangnya sambil tersenyum.

Perjalanan hidup tersebut, kata dia, membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan ketekunan yang akhirnya mengantarkannya menembus pendidikan militer hingga menjadi perwira tinggi TNI AD.

Lulusan Akmil itu juga mengenang masa sekolahnya di Lampung sebelum melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara.

Menurutnya, keberhasilan tidak pernah datang secara instan ataupun karena bantuan orang tertentu. Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan menjadi anggota TNI.

“Kalau ada yang menjamin bisa masuk TNI, itu bohong. Tidak ada yang bisa menjamin. Semua harus dipersiapkan sendiri, belajar sendiri, latihan sendiri, disiplin sendiri,” tegasnya.

Kristomei menekankan bahwa siapa pun yang bercita-cita menjadi prajurit TNI harus mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental, akademik, maupun karakter.

“Yang menentukan itu usaha, disiplin, dan doa. Tidak ada jalan pintas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap memunculkan narasi pesimisme terhadap kondisi Indonesia.

Menurut dia, masyarakat harus bijak menyaring informasi karena tidak semua narasi di media sosial mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Kadang-kadang seolah-olah Indonesia ini mau runtuh. Narasi pesimisme terus disebarkan. Padahal bangsa ini besar dan kuat,” ujarnya.

Kristomei juga menjelaskan tentang langkah TNI membangun sejumlah batalion pertahanan di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan.

Ia mengatakan, pembangunan kekuatan pertahanan dilakukan bukan karena Indonesia sedang berperang, melainkan sebagai langkah antisipasi di masa damai.

“Siapa yang bisa menjamin beberapa tahun ke depan tidak terjadi perang? Indonesia ini negara kepulauan. Kalau suatu saat laut diblokade, udara diblokade, maka setiap wilayah harus punya kemandirian pertahanan,” jelasnya.

Karena itu, lanjut dia, TNI menyiapkan kekuatan pertahanan hingga ke berbagai pulau dan wilayah strategis agar peralatan dan logistik tersedia di masing-masing daerah apabila terjadi situasi darurat.

“Kita persiapkan semua di masa damai ini,” katanya.

Selain memperkuat pertahanan negara, Kristomei menyebut TNI saat ini juga aktif membantu pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum bersama pengurus Kerabat Lampung memberikan ulos kepada Pangdam XXI/Radin Inten Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol Indra Napitupulu, perwakilan Gubernur Lampung Ir. Yanyan Ruchyansyah, serta Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli Aritonang.

Pemberian ulos dilakukan sebagai bentuk penghormatan, penghargaan, serta doa agar para tokoh yang menerima ulos senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam budaya Batak, ulos bukan sekadar kain tenun tradisional, melainkan simbol kasih sayang, doa, kehangatan, persaudaraan, perlindungan, serta harapan kebaikan bagi penerimanya. Ulos juga menjadi lambang penghormatan tertinggi dalam tradisi masyarakat Batak yang diwariskan secara turun-temurun.

Acara gala dinner tersebut berlangsung meriah dan penuh keakraban. Hadir dalam kegiatan itu ratusan tokoh masyarakat Batak di Lampung, pengurus punguan marga, akademisi, pengusaha, ASN, tokoh adat, tokoh agama, hingga unsur TNI dan Polri.

Ketua Panitia kegiatan, Haposan Mesak Hutagalung, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan masyarakat Batak di Provinsi Lampung.

“Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan agar seluruh tokoh dan masyarakat Batak di Lampung dapat saling mengenal dan semakin akrab satu sama lain,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai profesi mulai dari ASN, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, notaris, pengacara, dosen, dokter, pengusaha hingga wiraswasta.

Ketua Umum Kerabat Lampung, Donald Harris Sihotang, menegaskan pentingnya menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun Lampung secara bersama-sama di tengah keberagaman masyarakat.

Acara diisi dengan jamuan makan malam, pertunjukan tortor, serta hiburan dari Buena Trio dan All Star Lampung yang semakin menambah suasana hangat dan penuh kekeluargaan. (*)