Gubernur Lampung: KERABAT Lampung Perekat Persaudaraan dan Pembangunan Daerah
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, mewakili Gubernur Lampung saat memberikan sambutan dalam acara Gala Dinner dan Malam Keakraban yang diselenggarakan Kerabat Lampung di Hotel Emersia, Jumat (22/05/2026) malam. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung
mengapresiasi keberadaan masyarakat Batak yang dinilai memiliki kontribusi
besar dalam pembangunan daerah, baik di bidang sosial, budaya, pendidikan,
ekonomi, hingga pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, saat menghadiri Gala Dinner dan Malam Keakraban yang diselenggarakan Kerabat Lampung di Hotel Emersia, Jumat (22/05/2026) malam.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan Yanyan Ruchyansyah, disebutkan bahwa masyarakat Batak di Lampung selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Provinsi Lampung bersyukur memiliki masyarakat Batak yang selama ini ikut menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Banyak yang hadir sebagai akademisi, pengusaha, profesional, petani, tokoh agama, ASN, hingga pelaku UMKM yang memberi warna positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial di Lampung,” ujar Yanyan membacakan sambutan gubernur.
Ia mengatakan, suasana gala dinner yang penuh kehangatan dan kekeluargaan mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan yang dimiliki masyarakat Batak.
“Saya senang sekali bisa hadir di tengah-tengah keluarga besar masyarakat Batak di Lampung. Begitu masuk ruangan ini, yang terasa bukan suasana acara resmi, tetapi suasana rumah besar yang penuh keakraban. Ada tawa, ada nostalgia, ada rasa bangga terhadap budaya, dan yang paling terasa adalah semangat persaudaraannya,” katanya.
Menurutnya, nilai kebersamaan dan saling membantu yang selama ini dijaga masyarakat Batak merupakan modal sosial penting dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat di tengah era modern yang semakin individualistis.
“Kalau ada yang berhasil, ikut bangga bersama. Kalau ada yang kesulitan, ramai-ramai membantu. Nilai seperti ini sangat berharga di tengah kehidupan sekarang yang makin sibuk dan kadang membuat orang mudah merasa jauh satu sama lain,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial dan budaya di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat.
“Di tengah dunia yang serba digital, kadang orang lebih sering dekat di media sosial daripada dekat di kehidupan nyata. Grup WhatsApp ramai, tapi jarang bertemu. Maka saya senang ketika malam ini orang-orang duduk bersama, saling menyapa, tertawa bersama, dan menghidupkan kembali rasa kekeluargaan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, gubernur juga menaruh harapan besar kepada generasi muda Batak di Lampung agar tetap menjaga identitas budaya sekaligus mampu bersaing di era modern.
“Anak-anak muda Batak di Lampung harus bangga dengan
budayanya, bangga dengan nilai hormat kepada orang tua, semangat kerja keras,
keberanian merantau, dan karakter pantang menyerah yang selama ini menjadi ciri
khas masyarakat Batak,” katanya.
Namun demikian, generasi muda juga diingatkan agar tetap adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan zaman.
“Organisasi seperti KERABAT Lampung punya peran besar menjadi tempat lahirnya generasi muda yang kuat karakternya sekaligus luas wawasannya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kerabat Lampung, Donald Harris Sihotang, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat budaya, persaudaraan, dan kontribusi masyarakat Batak dalam pembangunan Lampung.
Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Batak seperti gotong royong, saling menghormati, dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat modern.
Ketua Panitia, Haposan Mesak Hutagalung, menjelaskan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari ASN, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, notaris, pengacara, dosen, dokter, pengusaha hingga wiraswasta.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan masyarakat Batak di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kristomei Sianturi menyampaikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya dari anak kampung di Lampung Utara hingga menjadi Mayor Jenderal TNI.
Ia menceritakan bagaimana kehidupan masa kecilnya penuh kesederhanaan. Bahkan untuk belajar berenang, dirinya tidak menikmati fasilitas kolam renang seperti anak-anak saat ini.
“Kami dulu berenang di kali. Di Lampung Utara waktu itu belum ada kolam renang. Semua dijalani dengan sederhana,” kenangnya sambil tersenyum.
Perjalanan hidup tersebut, kata dia, membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan ketekunan yang akhirnya mengantarkannya menembus pendidikan militer hingga menjadi perwira tinggi TNI AD.
Lulusan Akademi Militer angkatan 1997 itu juga mengenang masa sekolahnya di Lampung sebelum melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Menurutnya, keberhasilan tidak pernah datang secara instan ataupun karena bantuan orang tertentu. Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan menjadi anggota TNI.
“Kalau ada yang menjamin bisa masuk TNI, itu bohong. Tidak ada yang bisa menjamin. Semua harus dipersiapkan sendiri, belajar sendiri, latihan sendiri, disiplin sendiri,” tegasnya.
Kristomei menekankan bahwa siapa pun yang bercita-cita menjadi prajurit TNI harus mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental, akademik, maupun karakter.
“Yang menentukan itu usaha, disiplin, dan doa. Tidak ada
jalan pintas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi media sosial yang kerap memunculkan narasi pesimisme terhadap kondisi Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Ketua Umum bersama pengurus Kerabat Lampung juga memberikan ulos kepada Pangdam XXI/Radin Inten Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol Indra Napitupulu, perwakilan Gubernur Lampung Ir. Yanyan Ruchyansyah, serta Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli Aritonang.
Pemberian ulos tersebut menjadi simbol penghormatan, doa, dan harapan agar para tokoh yang menerima ulos diberikan kesehatan, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.
Dalam tradisi Batak, ulos memiliki makna mendalam sebagai simbol kasih sayang, kehangatan, persaudaraan, perlindungan, serta doa kebaikan bagi penerimanya.
Acara kemudian diisi dengan jamuan makan malam, pertunjukan tortor, dan hiburan dari Buena Trio serta All Star Lampung yang semakin menambah suasana hangat dan penuh kekeluargaan. (*)
Berita Lainnya
-
Rotasi Besar di Polresta Bandar Lampung, Kabag Ops hingga 7 Kapolsek Berganti
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Donald Harris Sihotang: Kerabat Lampung Harus Jadi Rumah Besar Persaudaraan dan Pelestarian Budaya Batak
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kisah Inspiratif Pangdam XXI/Radin Inten Lampung Kristomei, Anak Kampung dari Lampung Utara Hingga Menjadi Mayor Jenderal TNI
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Blackout Lumpuhkan Sumatera, Sejumlah Wilayah di Lampung Ikut Padam
Jumat, 22 Mei 2026








