69 Gerai Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk di Bandar Lampung, Baru Satu Gerai Besar Rampung Dibangun
Salah satu gerai Koperasi Merah Putih yang baru launching di Perumnas Way Halim, Kamis (21/5/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bandar Lampung.
Hingga saat ini, puluhan gerai koperasi telah terbentuk, meski sebagian besar masih dalam tahap pengembangan dan pembangunan fisik.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Rahma mengatakan, saat ini terdapat 69 gerai koperasi yang sudah terbentuk dari total 126 KKMP di Bandar Lampung. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya direncanakan menjadi gerai besar, sementara sisanya merupakan gerai skala kecil.
"Untuk di Bandar Lampung total yang sudah punya gerai ada 69 dari 126 KKMP. Terdiri dari tujuh gerai besar dan lainnya gerai skala kecil,” kata Rahma, saat dimintai keterangan, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini baru satu gerai besar yang selesai dibangun, yakni gerai yang berada di kawasan Perumnas Way Halim, tepatnya di belakang PKOR Way Halim.
"Yang baru launching kemarin di Perumnas Way Halim itu sudah tahap selesai pembangunan, tinggal pengisian saja,” ujarnya.
Rahma menerangkan, pembangunan gerai usaha koperasi tersebut merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi kerakyatan yang didorong pemerintah pusat dan daerah.
Saat ini terdapat tujuh lokasi pembangunan gerai besar di Bandar Lampung, namun baru satu yang selesai secara fisik.
"Untuk pembangunan lahan gerai usaha ada tujuh di Bandar Lampung, dan yang baru selesai pembangunan baru satu gerai yang sudah bisa dilihat di KKMP Perumnas Way Halim,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Kupastuntas.co di Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara (TBU), gerai koperasi di wilayah tersebut masih dalam tahap pembangunan sehingga aktivitas koperasi belum berjalan maksimal.
Lurah Gulak Galik, Sobri mengatakan, saat ini koperasi di wilayahnya baru menjalankan kegiatan simpan pinjam antar anggota karena belum memiliki bangunan gerai yang dapat digunakan untuk aktivitas usaha maupun pemasaran produk lokal.
"Untuk sementara sembako juga belum berjalan karena gerainya masih dibangun. Jadi yang berjalan baru simpan pinjam antar anggota saja,” kata Sobri.
Ia menjelaskan, pembangunan gerai koperasi di wilayahnya berada di depan Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung.
Menurutnya, pembangunan tersebut berasal dari pemerintah pusat dengan sistem pinjam pakai lahan.
"Kelurahan Gulak Galik ada satu gerai yang mau dibangun. Gerainya di depan Dinas Koperasi dan UMKM. Pembangunannya dari pusat, kami menerima jadi atau terima kunci saja,” jelasnya.
Sobri menambahkan, saat ini koperasi di Kelurahan Gulak Galik memiliki lebih dari 50 anggota yang terdiri dari pengurus dan anggota koperasi. Namun hingga kini produk lokal unggulan belum dapat dipasarkan karena belum tersedianya gerai.
"Produk lokal juga belum ada karena gerainya belum ada. Di koperasi kita ada 50 lebih anggota pengurus dan anggota,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan gerai koperasi di wilayahnya dapat selesai sesuai target pada Agustus 2026 sehingga aktivitas koperasi bisa berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Targetnya Agustus 2026 selesai. Kendalanya paling tempat gerai saja yang belum ada. Mudah-mudahan cepat jadi,” tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Siapkan Solusi Atasi Krisis BBM Petani dan Nelayan Bandar Surabaya Lamteng
Kamis, 21 Mei 2026 -
BPPRD Bandar Lampung Gencarkan Sosialisasi, Bayar Pajak Kendaraan lewat MPP
Kamis, 21 Mei 2026 -
Soroti Kuota BBM Nelayan dan Petani 79 Ribu Liter, DPRD Lampung Minta Distribusi Tepat Sasaran
Kamis, 21 Mei 2026 -
Lampung Terima 16 Sapi Kurban Bantuan Presiden, Dua Ekor Berbobot Lebih dari Satu Ton
Kamis, 21 Mei 2026








