Pedagang Keluhkan Harga Minyakita Tembus Rp21 Ribu per Liter
Tampak pedagang Minyakita di Pasar Untung Bandar Lampung. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Harga minyak goreng merek
Minyakita di pasar tradisional Kota Bandar Lampung terus mengalami kenaikan dan
kini menyentuh angka Rp21 ribu per liter, Rabu (20/5/2026).
Kondisi tersebut membuat pedagang sembako hingga pelaku usaha gorengan mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok tersebut.
Yeni, seorang pedagang sembako di Pasar Untung Bandar Lampung, mengatakan kenaikan harga Minyakita sudah terjadi sejak sekitar satu bulan terakhir.
Menurutnya, lonjakan harga tersebut membuat daya beli masyarakat menurun karena banyak pembeli merasa keberatan.
“Sekarang harga Minyakita sudah Rp21 ribu per liter. Sebelumnya masih sekitar Rp17 ribu, jadi naik cukup tinggi. Pembeli banyak yang ngeluh karena mahal,” kata Yeni saat ditemui di pasar.
Ia mengaku para pedagang juga kesulitan menghadapi kondisi tersebut lantaran harus menyesuaikan harga jual dengan harga distribusi dari pemasok. Jika tidak dinaikkan, pedagang terancam merugi.
“Pedagang juga serba salah. Kalau tidak dinaikkan kami rugi, tapi kalau naik pembeli mengeluh. Harapan kami pemerintah bisa menurunkan harga minyak supaya kembali stabil, karena sekarang rakyat banyak yang menjerit,” ujarnya.
Kenaikan harga Minyakita juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil, khususnya pedagang gorengan yang sangat bergantung pada minyak goreng untuk operasional sehari-hari.
Ana, seorang pedagang gorengan di Bandar Lampung, mengaku kini mulai beralih menggunakan minyak goreng merek lain yang harganya lebih murah demi menekan biaya produksi.
“Kalau Minyakita sekarang Rp21 ribu memang isinya satu liter penuh, tapi minyak merek lain ada yang Rp18 ribu walaupun isinya tidak sampai satu liter. Mau tidak mau lebih pilih yang lebih murah supaya tetap bisa jualan,” kata Ana.
Meski harga bahan baku meningkat, Ana mengaku tidak berani mengurangi ukuran maupun porsi dagangannya karena khawatir pelanggan akan berkurang.
“Siomai goreng dan jualan lainnya porsinya tidak kami kurangi, karena nanti pembeli kabur. Jadi kami yang harus pintar-pintar mengatur pengeluaran,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran agar usaha kecil tetap bisa bertahan di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kami cuma berharap harga minyak bisa turun lagi supaya pedagang kecil tidak terlalu berat. Kalau terus mahal begini, keuntungan makin sedikit,” tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Prof Elfahmi Terpilih Jadi Rektor Itera Periode 2026–2030, Raih 91,30 Persen Suara
Rabu, 20 Mei 2026 -
Hewan Kurban Masuk-Keluar Lampung Diawasi Ketat Jelang Iduladha 2026
Rabu, 20 Mei 2026 -
Polisi Tembak Dua Pencuri Motor dan Burung Milik ASN Pemprov Lampung
Rabu, 20 Mei 2026 -
Pemprov Lampung Kerahkan 1.229 Petugas Awasi Hewan Kurban Iduladha 2026
Rabu, 20 Mei 2026








