Trotoar hingga Transportasi Ramah Difabel Masih Minim, Bandar Lampung Didorong Jadi Kota Inklusi
Workshop Penyusunan dan Penyerahan Policy Brief Disabilitas Kota Bandar Lampung kepada DPRD Kota Bandar Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Senin (18/5/2026). (Foto:Ria/kupastuntas.co)
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Yayasan
SATUNAMA mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menjadi kota inklusi
yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan
Workshop Penyusunan dan Penyerahan Policy Brief Disabilitas Kota Bandar Lampung
kepada DPRD Kota Bandar Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Senin
(18/5/2026).
Perwakilan Yayasan SATUNAMA, Himawan,
mengatakan kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas memiliki hak yang
sama dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, langkah pertama yang harus
dilakukan yakni menindaklanjuti Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas Kota
Bandar Lampung yang telah diterbitkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali)
serta penyusunan Rencana Aksi Daerah Disabilitas.
"Jadi kita mendorong Kota Bandar Lampung
untuk menjadi kota inklusi. Karena bagaimanapun kelompok-kelompok rentan ini
memiliki hak yang sama dalam konteks pembangunan di Kota Bandar Lampung,"
kata Himawan.
Ia menilai fasilitas publik di Bandar Lampung
masih perlu banyak pembenahan agar lebih ramah terhadap penyandang disabilitas,
terutama akses pedestrian, trotoar, dan transportasi umum.
Selain itu, sektor kesehatan juga dinilai perlu
diperkuat dengan menyediakan fasilitas layanan yang mudah diakses penyandang
disabilitas, termasuk jalur khusus di fasilitas kesehatan.
"Disabilitas ini memiliki banyak problem,
baik ekonomi maupun kesehatan. Akses fasilitas kesehatan itu juga harus
ditingkatkan seperti jalur untuk penyandang disabilitas," ujarnya.
Di bidang ekonomi, Himawan mendorong pemerintah
kota membangun Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas agar
mereka memiliki keterampilan dan peluang kerja lebih luas, terutama di sektor
informal.
Menurutnya, penyandang disabilitas dapat
dilatih dalam berbagai bidang seperti usaha daring, spa, pijat, hingga
keterampilan lain yang mampu menunjang kemandirian ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya Perwali sebagai
dasar implementasi kebijakan, termasuk dalam pengalokasian anggaran bagi
organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Tenaga
Kerja.
"Kalau nanti Perwali sudah terbit,
implementasinya harus masuk ke sektor anggaran. Alokasi untuk Dinas Sosial harus
lebih besar, termasuk untuk Balai Latihan Kerja supaya disabilitas mendapatkan
lapangan pekerjaan yang lebih banyak," jelasnya.
Himawan berharap Bandar Lampung dapat menjadi
percontohan kota inklusi di Provinsi Lampung sehingga dapat diikuti oleh kabupaten
dan kota lainnya.
"Kalau Bandar Lampung bisa menjadi kota
inklusi dan pilot project bagi teman-teman disabilitas, saya kira nanti
kabupaten lain bisa mencontoh," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota
Bandar Lampung, Rizaldi Adrian, menyampaikan apresiasi terhadap langkah
SATUNAMA dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas.
Ia mengatakan DPRD telah beberapa kali
berkomunikasi dengan SATUNAMA untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang
disabilitas dan mewujudkan konsep pembangunan "no one left behind".
"Bahwa kita harus mengakomodir semuanya,
bukan hanya terlantar dan penyakit sosial, tetapi juga disabilitas yang memang
harus kita perhatikan," ujarnya.
Menurut Rizaldi, workshop tersebut membuka
wawasan pemerintah mengenai berbagai persoalan dan kesenjangan yang masih
dihadapi penyandang disabilitas di Kota Bandar Lampung, mulai dari pendidikan
inklusif hingga infrastruktur pendukung.
Ia menambahkan hasil workshop telah dirumuskan
dalam bentuk policy brief yang nantinya akan diperjuangkan menjadi bagian dari
program pemerintah daerah ke depan.
"Besok teman-teman dari SATUNAMA juga akan
hadir ke DPRD untuk menyerahkan policy brief terkait apa saja yang harus
diperjuangkan dalam program pemerintahan ke depan," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Soroti Kesenjangan SMP Negeri di Bandar Lampung, Sekolah Favorit Diserbu Siswa
Senin, 18 Mei 2026 -
BPS Sebut Harga Beras di 111 Kabupaten/Kota Naik
Senin, 18 Mei 2026 -
Antisipasi Kemarau, Lampung Dapat 1.427 Unit Infrastruktur Air dari Kementan
Senin, 18 Mei 2026 -
Anggota Kelompok Bahroni dan Hamli Ditangkap, Terlibat Pembobolan Sejumlah Dealer Motor di Lampung
Senin, 18 Mei 2026








