Antisipasi Kemarau, Lampung Dapat 1.427 Unit Infrastruktur Air dari Kementan
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (18/5/2026). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Provinsi Lampung akan mendapatkan infrastruktur air untuk pertanian
dari Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2026 sebanyak 1.427 unit.
Direktur Sayuran dan
Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi menyampaikan, infrastruktur air
tersebut antara lain, irigasi perpompaan 1.222 unit, irigasi perpipaan 95 unit,
dan bangunan konservasi 110 unit.
Sementara selama
tahun 2024-2025, Lampung mendapat infrastruktur air sebanyak 4.861 unit, yakni
irigasi perpompaan 415 unit, irigasi perpipaan 12 unit, bangunan konservasi 10
unit, rehabilitasi jaringan irigasi tersier 101 unit, dan pompa air 4.323 unit.
“Tentunya besar
harapan kami bapak ibu, gubernur, bupati dan walikota untuk mengoptimalkan
bantuan-bantuan ini terutama untuk infrastruktur air dalam langkah antisipasi
dan adaptasi musim kemarau,” ujar Agung dalam Rapat Koordinasi Pengendalian
Inflasi Daerah, Senin (18/5/2026).
Lebih lanjut dia
mengatakan, para kepala daerah diminta untuk mewaspadai musim kemarau di sektor
pertanian yang diprediksi berlangsung mulai Juni 2026 mendatang.
“Untuk April dan Mei
memang curah hujan masih cukup tinggi namun kita harus waspada tiga bulan
kedepan dalam posisi kemarau, maka perlu mengoptimalkan irigasi perpompaan kita
yang ada di lokasi irigasi perpipaan, lalu penanaman pada cetak sawah, dan
optimalisasi lahan yang sudah siap tanam,” ucapnya.
Menurutnya terdapat
beberapa strategi dalam menghadapi musim kemarau. Pertama adalah langkah
antisipasi, mulai dari perencanaan musim tanam, penyediaan sarana produksi
benih yang tahan kekeringan, hingga penguatan infrastruktur air.
Selain itu juga
langkah adaptasi saat musim kemarau, yakni pengelolaan lahan hemat air, pola
tanam adaptif, penggunaan padi varietas
tahan kekeringan, dan pengelolaan tanah.
“Sementara langkah
mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan, yaitu asuransi pertanian, manajemen
risiko produksi, dan bantuan pemerintah,” jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Soroti Kesenjangan SMP Negeri di Bandar Lampung, Sekolah Favorit Diserbu Siswa
Senin, 18 Mei 2026 -
BPS Sebut Harga Beras di 111 Kabupaten/Kota Naik
Senin, 18 Mei 2026 -
Trotoar hingga Transportasi Ramah Difabel Masih Minim, Bandar Lampung Didorong Jadi Kota Inklusi
Senin, 18 Mei 2026 -
Anggota Kelompok Bahroni dan Hamli Ditangkap, Terlibat Pembobolan Sejumlah Dealer Motor di Lampung
Senin, 18 Mei 2026








