Target Investasi Lampung 2026 Naik Jadi Rp16,2 Triliun, Pemprov Siapkan Kemudahan bagi Investor
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Lampung, Samsurijal. Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Target investasi di Provinsi Lampung pada tahun 2026 mengalami
peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah pusat
melalui Kementerian Investasi/BKPM menetapkan target investasi Lampung tahun
2026 sebesar Rp16,2 triliun, naik cukup tinggi dibanding target tahun 2025 yang
berada di angka Rp10,2 triliun.
Kepala Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Lampung,
Samsurijal mengatakan peningkatan target tersebut tidak lepas dari capaian
realisasi investasi Lampung sepanjang tahun 2025 yang melampaui target
nasional.
"Sebagaimana
kita ketahui, tahun 2025 itu Lampung ditarget Rp10,2 triliun oleh pemerintah
pusat. Namun realisasinya mencapai Rp15,6 triliun hingga 31 Desember 2025. Jadi
ada peningkatan sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan," ujarnya
saat dimintai keterangan, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, capaian
tersebut menjadi dasar pemerintah pusat menaikkan target investasi Lampung pada
tahun ini menjadi Rp16,2 triliun.
Pemerintah Provinsi
Lampung pun optimistis target tersebut dapat tercapai seiring berbagai upaya
yang tengah dilakukan untuk menarik investor masuk ke daerah.
Samsurijal
menjelaskan, Gubernur Mirza telah memberikan arahan agar seluruh jajaran
pemerintah daerah memberikan kepastian dan komitmen kepada para investor bahwa
Lampung merupakan daerah yang layak dan strategis untuk berinvestasi.
"Pak Gubernur
memberikan arahan kepada kami untuk memberikan garansi kepada investor bahwa
Lampung adalah salah satu pilihan terbaik untuk berinvestasi. Di dalam RKPD
juga ditegaskan bahwa Lampung diarahkan menjadi magnet investasi,"
katanya.
Untuk mendukung hal tersebut,
Dinas PMPTSP Provinsi Lampung terus memperkuat pelayanan perizinan agar semakin
mudah dan cepat.
Salah satu langkah
strategis yang telah dilakukan yakni bersama DPRD Provinsi Lampung menyetujui
Peraturan Daerah (Perda) tentang Kemudahan Penanaman Modal.
Di dalam perda
tersebut diatur berbagai bentuk kemudahan bagi calon investor, baik berupa
kemudahan fiskal maupun nonfiskal. Kebijakan itu diharapkan mampu menjadi
instrumen penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Provinsi
Lampung.
"Komitmen kami
adalah memberikan kemudahan pelayanan perizinan. Dengan adanya perda kemudahan
penanaman modal ini, diharapkan investor semakin tertarik untuk menanamkan
modalnya di Lampung," jelasnya.
Pada tahun 2026,
Pemprov Lampung juga mencatat adanya sejumlah rencana investasi besar yang saat
ini sedang dalam tahap proses.
Salah satunya yakni
rencana pembangunan industri bioetanol hasil kerja sama antara Toyota Motor
Corporation dan PT Pertamina (Persero).
Proyek tersebut
bahkan telah dirilis oleh BKPM dan akan menjadi salah satu pilot project
pengembangan energi alternatif berbasis bioetanol di Indonesia.
Lampung dipilih
karena dinilai memiliki potensi bahan baku yang melimpah untuk mendukung
pengembangan industri tersebut.
"Lampung
dianggap memiliki bahan baku yang cukup untuk pengembangan bioetanol, sehingga
ini menjadi salah satu proyek besar yang sedang diproses," kata
Samsurijal.
Selain itu, terdapat
pula rencana pengembangan infrastruktur pelabuhan di kawasan Bakauheni yang
akan dikerjasamakan dengan pemerintah China. Rencana investasi tersebut
sebelumnya juga telah dibahas bersama Kementerian BKPM.
Pemerintah Provinsi
Lampung berharap berbagai proyek strategis yang tengah disiapkan itu dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, sekaligus
memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu tujuan investasi utama di
Sumatera. (*)
Berita Lainnya
-
Aksi Tawuran Marak, Disdikbud Lampung Intensif Awasi Sekolah Rawan
Senin, 11 Mei 2026 -
Polda Tunggu Audit BPKP untuk Tetapkan Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Honorer di Metro
Senin, 11 Mei 2026 -
Toko Perhiasan JSR Punya Empat Cabang di Bandar Lampung
Senin, 11 Mei 2026 -
PMI Asal Lampung Tengah Candra Ariyanto Meninggal Kecelakaan di Taiwan
Senin, 11 Mei 2026








