• Senin, 11 Mei 2026

Bertahun-tahun Jadi Kubangan Bahaya, Jalan Pattimura Akhirnya Diperbaiki Pemprov Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 14.58 WIB
108

Potret alat berat yang mulai meratakan dasar Jalan Pattimura. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Metro - Kabar gembira akhirnya datang bagi masyarakat Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah. Setelah bertahun-tahun dikeluhkan karena rusak parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, ruas Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara kini resmi mulai diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Ruas jalan penghubung Metro–Kota Gajah itu selama ini dikenal sebagai salah satu titik infrastruktur paling memprihatinkan. Lubang menganga, permukaan jalan bergelombang, genangan air saat hujan hingga debu tebal saat musim kemarau menjadi pemandangan yang setiap hari dihadapi warga.

Tak sedikit pengendara roda dua yang terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak. Bahkan masyarakat menilai kerusakan Jalan Pattimura sudah seperti “jebakan maut” yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kini, harapan masyarakat mulai muncul setelah proyek peningkatan Jalan Pattimura resmi dimulai. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Putra Yupiter Mandiri dengan nilai kontrak mencapai Rp9.335.820.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung.

Perbaikan jalan akan berlangsung selama 180 hari kalender dengan menggunakan konstruksi rigid beton yang dinilai lebih kuat dan tahan lama menghadapi kendaraan bertonase berat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Sri Mulyani mengatakan bahwa groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung.

“Iya, rencananya hari ini, Pak Gubernur akan melakukan groundbreaking ruas Jalan Pattimura pukul 13.30 WIB,” kata Yani kepada awak media, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, Jalan Pattimura memang menjadi salah satu prioritas pembangunan karena merupakan jalur vital penghubung antara Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah.

“Pengerjaan ini akan menggunakan konstruksi rigid beton, yang kami yakini lebih tahan lama terhadap beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem,” jelasnya.

Selama ini, kondisi Jalan Pattimura kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain memperlambat mobilitas warga, kerusakan jalan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi barang antar wilayah.

Pantauan di lapangan, sebelum dilakukan perbaikan, sejumlah titik di Jalan Pattimura mengalami kerusakan cukup parah. Sejak awal 2025, lubang semakin besar dan terlihat hampir di sepanjang ruas jalan. Saat hujan turun, lubang tertutup genangan air sehingga membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.

Salah seorang warga Metro Utara sekaligus pengguna jalan, Suyanto (43), mengaku bersyukur akhirnya jalan tersebut akan diperbaiki setelah sekian lama dikeluhkan masyarakat.

“Sudah lama sekali rusaknya. Kalau malam itu bahaya sekali karena banyak lubang besar yang tidak kelihatan. Banyak motor jatuh, apalagi kalau habis hujan,” katanya.

Menurutnya, warga selama ini hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan karena kondisi jalan terus memburuk dari tahun ke tahun.

“Kami senang akhirnya akan diperbaiki. Mudah-mudahan kualitasnya benar-benar bagus dan tahan lama, jangan cepat rusak lagi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Wulan (27), pengendara asal Lampung Tengah yang setiap hari melintas menuju Metro untuk bekerja. Ia mengaku sering merasa khawatir saat melintasi Jalan Pattimura, terutama ketika membawa anaknya.

“Kalau lewat sini harus pelan-pelan sekali. Lubangnya dalam dan banyak kendaraan besar juga lewat. Saya pernah hampir jatuh karena menghindari lubang. Ini jalan penting sekali, bukan cuma untuk warga Metro tapi juga Lampung Tengah. Semoga cepat selesai supaya masyarakat nyaman,” bebernya.

Selain membahayakan keselamatan, jalan rusak juga dikeluhkan para sopir angkutan dan pelaku usaha karena menyebabkan kendaraan cepat rusak dan biaya operasional meningkat.

Selama bertahun-tahun, masyarakat menilai Jalan Pattimura seperti luput dari perhatian serius pemerintah, padahal jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai akses penghubung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kini, dimulainya proyek perbaikan tersebut diharapkan menjadi jawaban atas keresahan masyarakat sekaligus bukti bahwa persoalan infrastruktur dasar mulai mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah provinsi. (*)