• Sabtu, 09 Mei 2026

Sidak DPRD Lamtim Temukan Masalah IPAL dan Bau Menyengat di Dapur SPPG Balekencono 002

Sabtu, 09 Mei 2026 - 16.46 WIB
21

Komisi III DPRD Lampung Timur saat sidak di SPPG Balekencono 002. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Komisi III DPRD Lampung Timur menemukan adanya bau menyengat dari saluran limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Balekencono 002 saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Balekencono, Kecamatan Batanghari.

Sidak dilakukan menyusul banyaknya laporan warga terkait dugaan pencemaran lingkungan dan aroma tidak sedap yang muncul dari aktivitas dapur penyedia Program Makan Bergizi (MBG) tersebut.

Kegiatan itu dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Lampung Timur, H. Kemari, didampingi Wakil Ketua I Ariyan Putra Marga serta sejumlah anggota dewan lainnya. Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Timur dan Camat Batanghari.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan dewan mendapati aroma menyengat yang diduga berasal dari saluran pembuangan limbah dapur.

“Setelah kami turun langsung ke lokasi, memang tercium bau cukup menyengat dari area saluran limbah. Ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut lingkungan dan kenyamanan warga,” kata H. Kemari, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, persoalan pengelolaan limbah harus segera dibenahi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Komisi III DPRD Lampung Timur juga meminta pengelola segera memperbaiki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar operasional dapur memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Selain masalah limbah, DPRD turut menyoroti kondisi fasilitas dapur yang dinilai masih perlu penyesuaian untuk menunjang pelaksanaan Program Makan Bergizi secara optimal.

“Kami mendukung penuh program pemenuhan gizi pemerintah, namun pelaksanaannya harus memenuhi standar, baik dari sisi kebersihan, pengolahan limbah, maupun kelayakan dapur,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan SPPG Balekencono 002, Wahyu Amanta, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pembenahan setelah menerima masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami sudah melakukan pengurasan rutin IPAL dan saat ini sedang dilakukan perbaikan tambahan agar pengelolaan limbah lebih maksimal,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pihak pengelola tampak tengah melakukan pengerjaan perbaikan bak penampungan limbah menggunakan alat berat sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem pembuangan limbah dapur. (*)