• Sabtu, 09 Mei 2026

Kehadiran Taksi Listrik Picu Persaingan Sehat, Operator Transportasi Berlomba Beri Layanan Terbaik

Sabtu, 09 Mei 2026 - 14.26 WIB
14

Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kehadiran armada taksi listrik di Provinsi Lampung dinilai dapat memicu persaingan sehat antaroperator transportasi sekaligus memberi lebih banyak pilihan layanan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, menyusul mulai didaftarkannya 200 unit mobil listrik untuk uji KIR perdana di Kota Bandar Lampung.

Menurut Usep, penggunaan kendaraan listrik sebagai armada taksi merupakan langkah positif dalam mendukung transportasi modern yang lebih ramah lingkungan.

“Ini merupakan hal positif. Taksi dengan mobil listrik tentu lebih ramah lingkungan dan masyarakat menjadi punya pilihan transportasi,” kata Usep, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai, masuknya operator baru di sektor transportasi akan mendorong persaingan pelayanan yang sehat. Kondisi tersebut dinilai menguntungkan masyarakat karena setiap operator akan berlomba memberikan pelayanan terbaik demi menarik pelanggan.

“Operator taksi tentu akan berlomba memberikan layanan terbaik, dan konsumen yang akan diuntungkan,” ujarnya.

Selain menghadirkan alternatif transportasi baru, keberadaan taksi listrik juga diyakini dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dengan memperlancar mobilitas di kawasan perkotaan.

“Harapannya, kehadiran taksi baru ini akan ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta memperlancar mobilitas masyarakat,” lanjutnya.

Meski demikian, Usep mengingatkan keberlangsungan operasional taksi listrik sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat akan tetap memilih layanan transportasi yang nyaman, aman, dan memiliki pelayanan konsisten.

“Soal bertahan lama atau tidak, itu tergantung bagaimana operator mampu menjaga kualitas layanan. Kalau pelayanannya tidak baik, tentu masyarakat akan beralih,” tandasnya.

Diketahui, sebanyak 200 unit mobil listrik telah menjalani pendaftaran perdana uji KIR kendaraan listrik di Bandar Lampung. Langkah tersebut menjadi penanda dimulainya operasional armada taksi listrik di Provinsi Lampung dalam waktu dekat. (*)