Kasus HIV di Lampung Meningkat, Andika Desak Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pencegahan Dini
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Lonjakan kasus Human
Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Lampung memicu perhatian serius
berbagai pihak. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mendesak
pemerintah agar tidak setengah hati dalam menangani ancaman yang kini dinilai
mulai menyasar generasi muda.
Andika mengatakan, tren kasus HIV di Lampung mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal lemahnya kontrol serta masih kurangnya edukasi yang masif kepada masyarakat.
”Ini bukan persoalan kecil. Kalau tidak ditangani serius, bisa merusak masa depan generasi kita,” kata Andika, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, Komisi V DPRD Lampung mendorong pemerintah daerah segera memperkuat program pencegahan dini, terutama melalui edukasi intensif di lingkungan sekolah. Menurutnya, sosialisasi terkait bahaya HIV harus dilakukan secara rutin, terstruktur, bahkan bila perlu diperkuat melalui peraturan daerah.
Anggota DPRD Lampung daerah pemilihan Bandar Lampung itu menilai kelompok usia remaja hingga mahasiswa menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan HIV. Minimnya pemahaman mengenai risiko HIV, ditambah pengaruh gaya hidup bebas dan media sosial, disebut membuat penyebaran virus semakin sulit dikendalikan.
”Banyak anak muda tidak paham risiko. Mereka merasa aman, padahal justru rentan. Ini yang harus disasar lewat edukasi,” ujarnya.
Selain itu, Andika juga menyoroti maraknya aplikasi digital yang mempermudah pertemuan tanpa kontrol, sehingga berpotensi membuka celah penularan HIV. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam pengawasan anak.
”Kontrol utama tetap di keluarga. Orang tua harus tahu anaknya ke mana, dengan siapa, dan bagaimana aktivitasnya di media sosial,” katanya.
Ia juga menilai penguatan nilai agama dan moral menjadi salah satu langkah penting dalam membentengi generasi muda dari perilaku berisiko.
”Jangan tunggu angka makin tinggi. Ini sudah darurat, butuh langkah konkret sekarang juga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus HIV di Lampung turut dipengaruhi oleh semakin agresifnya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah.
”Hingga saat ini, Lampung baru mencapai 71 persen Orang Dengan HIV (ODHIV) ditemukan dan masih hidup, 70 persen menjalani terapi ARV, serta 58 persen dengan viral load tersupresi,” ujarnya.
Edwin memaparkan, berdasarkan data kumulatif, jumlah kasus
HIV di Lampung terus mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat sebanyak 5.495
ODHIV, meningkat menjadi 6.474 ODHIV pada 2025, dan hingga Maret 2026 mencapai
6.696 ODHIV.
Ia menyebut, kasus HIV tertinggi di Lampung berada di Kota Bandar Lampung. Penularan HIV, lanjutnya, masih didominasi hubungan seksual tidak aman, terutama pada pasangan heteroseksual.
”Selain itu, penularan juga terjadi akibat penggunaan jarum suntik tidak steril, transfusi darah terkontaminasi, hingga penularan dari ibu ke bayi,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Tangis Istri Brigadir Arya Pecah di RS Bhayangkara: Tolong Bunuh Pelakunya
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Satgas Pangan Temukan Beras Premium Tak Sesuai Standar
Sabtu, 09 Mei 2026 -
CCTV Rekam Detik-detik Brigadir Arya Berkelahi dengan Pelaku Curanmor Sebelum Tewas Ditembak
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Kehadiran Taksi Listrik Picu Persaingan Sehat, Operator Transportasi Berlomba Beri Layanan Terbaik
Sabtu, 09 Mei 2026








