• Rabu, 06 Mei 2026

Tujuh Pejabat Daftar Selter Kepala BKAD Metro, dr. Redho Unggul Dengan Nilai Tertinggi

Rabu, 06 Mei 2026 - 13.13 WIB
187

Sekertaris Disporaparekraf Kota Metro, dr. Achmad Redho Akbar. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Metro - Dinamika birokrasi di Kota Metro kembali bergerak. Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi strategis Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) memasuki babak penting. Dari tujuh nama yang mendaftar, sosok dr. Achmad Redho Akbar muncul sebagai kandidat paling menonjol setelah meraih nilai tertinggi dalam tahapan awal seleksi.

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan rekam jejak yang diumumkan Panitia Seleksi, dr. Redho mencatatkan nilai 87,50 dengan bobot 17,50. Capaian tersebut menempatkannya di posisi teratas, sekaligus mempertegas reputasinya sebagai salah satu figur birokrat muda dengan kapasitas manajerial yang mumpuni.

Persaingan menuju kursi Kepala BKAD pun kini semakin mengerucut. Namun, di balik angka-angka penilaian, publik menaruh harapan lebih besar kepada dr. Redho akan lahirnya pemimpin keuangan daerah yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan visi reformasi birokrasi yang kuat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Elmanani, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

“Penilaian ini murni berdasarkan hasil kerja panitia seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Semua peserta yang lolos memiliki peluang yang sama pada tahap berikutnya,” kata dia kepada awak media, Rabu (6/5/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa meskipun Redho unggul sementara, kompetisi belum berakhir. Tahapan krusial berikutnya, yakni uji kompetensi, akan digelar pada 6–7 Mei 2026 di Assessment Center Polda Lampung.

Di fase ini, para kandidat akan diuji secara komprehensif mulai dari kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, hingga integritas dalam mengelola keuangan publik.

Saat ini, dr. Redho menjabat sebagai Sekretaris pada Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kota Metro. Posisi tersebut dinilai telah memberinya pengalaman lintas sektor, terutama dalam pengelolaan program, koordinasi anggaran, serta tata kelola organisasi.

Bekal ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan di BKAD, sebuah lembaga yang menjadi jantung pengelolaan keuangan daerah.

Namun, Redho bukan satu-satunya kandidat. Enam nama lain turut meramaikan kontestasi ini, yakni Mulia Apriani, Triana Aprisia, Dedi Hasmara, Septinawati, Dyah Widiyani, dan Fachruddin. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Pemkot Metro memiliki stok sumber daya aparatur yang kompetitif dan siap bersaing secara sehat.

Lebih dari sekadar perebutan jabatan, seleksi ini menjadi cerminan arah masa depan tata kelola keuangan Kota Metro. BKAD bukan hanya institusi administratif, melainkan pusat kendali fiskal daerah yang menentukan efektivitas pembangunan, transparansi anggaran, hingga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dalam konteks itu, figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjawab tantangan klasik yang selama ini membayangi pengelolaan keuangan daerah, mulai dari optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), efisiensi belanja, hingga akuntabilitas aset.

Munculnya nama Redho di puncak penilaian sementara setidaknya memberi sinyal bahwa regenerasi birokrasi tengah berlangsung. Sosok dengan latar belakang profesional dan pengalaman lintas sektor mulai mendapat ruang dalam struktur pemerintahan.

Namun, publik tentu tidak hanya menunggu siapa yang akan terpilih, melainkan juga bagaimana proses ini benar-benar dijaga dari intervensi kepentingan. Sebab, transparansi dalam seleksi pejabat publik adalah fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih. (*)