• Rabu, 06 Mei 2026

Musorkab KONI Lambar Bongkar Masalah Klasik: Anggaran Minim, Pengcab Belum Aktif

Rabu, 06 Mei 2026 - 11.03 WIB
74

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat memberi sambutan dalam acara Musorkab IV KONI setempat. Foto: Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) IV KONI Lampung Barat menyoroti persoalan mendasar pembinaan olahraga di daerah, mulai dari keterbatasan anggaran hingga belum optimalnya keaktifan cabang olahraga (pengcab).

Forum yang digelar di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Rabu (6/5/2026), itu dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi Lampung, pengurus KONI Lampung Barat, serta para ketua dan pengurus pengcab se-Lampung Barat.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus yang juga menjabat Ketua KONI setempat membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan Musorkab harus dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi, bukan sekadar agenda rutin organisasi.

“Musorkab ini bukan seremoni. Ini forum evaluasi dan perbaikan. Harus ada kritik dan masukan agar pembinaan olahraga kita ke depan lebih baik,” kata Parosil saat menyampaikan sambutan.

Ia mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pembinaan olahraga di Lampung Barat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada sulitnya menjalankan program pembinaan secara maksimal. “Kalau kemampuan finansial kita terbatas, pembinaan akan sulit. Ini yang harus dipahami bersama,” ujarnya.

Parosil juga memaparkan kondisi pengcab yang belum sepenuhnya aktif. Dari total pengcab yang ada, baru 18 yang berjalan aktif, sementara lainnya belum optimal. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan ke depan. Tanpa dukungan anggaran dan komitmen bersama, sulit untuk mengaktifkan semuanya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Parosil turut mengungkap dinamika pencalonan Ketua KONI Lampung Barat periode 2026–2030. Ia mengaku sempat tidak mengizinkan Irfan Fadhillah yang tidak lain merupakan putranya untuk maju sebagai calon ketua.

“Awalnya saya tidak mengizinkan Irfan maju, karena ada pengcab yang masih berharap saya melanjutkan. Tapi saya juga tidak punya kewenangan untuk memastikan itu,” jelasnya.

Namun, setelah melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya disepakati untuk mengusung Irfan Fadhillah sebagai calon ketua. “Melalui pertemuan dan komunikasi, Pengcab sepakat mengusung Irfan. Ini bagian dari proses organisasi yang harus kita hormati bersama,” katanya.

Parosil menegaskan bahwa KONI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh insan olahraga untuk mencetak prestasi bagi Lampung Barat. “Jadikan KONI ini rumah bersama. Tujuan kita satu, bagaimana olahraga Lampung Barat bisa berprestasi,” tegasnya.

Ia juga memastikan tetap akan berkontribusi dalam pembinaan olahraga meskipun tidak lagi menjabat sebagai ketua pada periode mendatang. “Saya tidak menjabat lagi bukan berarti lepas. Saya tetap akan memberikan sumbangsih untuk olahraga Lampung Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat yang diwakili Wakil Ketua I Margono Tarmudji mengapresiasi pelaksanaan Musorkab yang dinilai berjalan tepat waktu.

“Pelaksanaan Musorkab ini sudah tepat waktu, dan ini menunjukkan komitmen organisasi berjalan dengan baik,” kata Margono.

Ia menegaskan bahwa Musorkab harus menjadi momentum kebangkitan olahraga, bukan sekadar kegiatan formal tahunan. “Tujuannya jelas, memilih ketua umum periode 2026–2030, mengevaluasi program sebelumnya, dan menyusun program empat tahun ke depan,” ujarnya.

Margono berharap ketua terpilih nantinya mampu mengemban amanah serta berkontribusi dalam memajukan olahraga, khususnya di Lampung Barat. “Ketua terpilih harus bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi olahraga daerah,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Musorkab IV Vicky Andrias Fiqrullah berharap forum tersebut menghasilkan keputusan strategis yang mampu menjawab berbagai persoalan pembinaan olahraga. “Kami berharap Musorkab ini melahirkan keputusan terbaik untuk kemajuan olahraga Lampung Barat,” pungkasnya. (*)