Jelang Idul Adha, Pemkot Bandar Lampung Perkuat Vaksinasi dan Pengawasan PMK
Jelang Idul Adha, Pemkot Bandar Lampung Perkuat Vaksinasi dan Pengawasan PMK. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian menggencarkan langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui vaksinasi dan pengawasan ketat terhadap hewan ternak.
Hingga saat ini, kondisi ternak di Bandar Lampung dipastikan masih aman dan belum ditemukan kasus suspek PMK.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengatakan pihaknya telah menerima 500 dosis vaksin PMK tahap pertama dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 410 dosis telah disalurkan ke sejumlah kecamatan hingga 30 April 2026.
"Distribusi vaksin difokuskan pada wilayah dengan potensi ternak tinggi. Tanjung Senang menjadi wilayah dengan penyuntikan tertinggi sebanyak 120 dosis, disusul Way Halim 90 dosis, Sukabumi 80 dosis, Sukarame 50 dosis, Rajabasa 40 dosis, dan Kemiling 30 dosis,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Sisa vaksin yang masih tersedia akan terus diberikan secara bertahap hingga mendekati Idul Adha, guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Tak hanya vaksinasi, Dinas Pertanian juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban melalui ante mortem dan post mortem pada 18 hingga 30 Mei 2026. Pemeriksaan ini dilakukan di sejumlah titik pemotongan hewan di berbagai kecamatan.
"Pemeriksaan ini penting untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan benar-benar layak, sehat, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Dedeh menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya gejala PMK pada sapi, kambing, maupun domba di Bandar Lampung. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dengan berbagai langkah preventif.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain memprioritaskan vaksinasi di wilayah sentra ternak seperti Kemiling, Rajabasa, Teluk Betung Barat, Sukarame, Tanjung Senang, dan Sukabumi. Selain itu, petugas juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak agar mampu mengenali gejala PMK sejak dini.
Dinas Pertanian juga memastikan bahwa daging yang beredar berasal dari tempat pemotongan yang diawasi, memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), serta layak konsumsi.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk memasak daging hingga matang sempurna, serta kepada pelaku usaha dan belantik agar hanya memperjualbelikan ternak yang sehat,” tambahnya.
Langkah lainnya meliputi identifikasi ulang sentra ternak untuk percepatan vaksinasi, respons cepat terhadap laporan masyarakat melalui sistem iSIKHNAS, serta penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait pencegahan PMK.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan aman, dengan hewan kurban yang sehat dan terbebas dari ancaman PMK. (*)
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Gelar Retreat Pejabat Eselon II, Fokus Perkuat Solidaritas dan Kinerja
Rabu, 06 Mei 2026 -
Dewan Pendidikan Lampung Kritik Masih Ada SDN Berdinding Papan: Infrastruktur Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Rabu, 06 Mei 2026 -
Peserta Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih di Lampung Soroti Error Sistem CAT, Minta Tes Ulang
Rabu, 06 Mei 2026 -
Perbaikan Jalan Brabasan–Wiralaga Dimulai, Pemprov Lampung Gelontorkan Anggaran Rp94 Miliar
Rabu, 06 Mei 2026








